Kemenlu RI: 984 WNI Anggota Jamaah Tabligh Berada di 9 Negara

KBRN, Jakarta : Kementerian Luar Negeri RI, menyebut jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) anggota Jamaah Tabligh, yang saat ini berada di luar Indonesia mencapai hampir 1,000 orang.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, mengatakan, setidaknya terdapat sekitar 984 WNI anggota Jamaah Tabligh yang berada di luar negeri.

“Ini sekitar 984 orang, ya. Karena, kita memang masih terus melakukan pendataan total di 9 negara,” ujar Judha Nugraha pada press briefing virtual, Kamis (9/4/2020).

Menurut Judha, tidak adanya anggota Jamaah Tabligh asal Indonesia yang melaporkan kedatangan mereka kepada Perwakilan di negara yang dikunjungi, menjadi kendala tersendiri dalam mendata keberadaan mereka.

“Kesulitan kita adalah memang anggota Jamaah Tabligh, tidak melaporkan pada perwakilan. Jadi, kita mencoba dari berbagai simpul dan koordinasi dengan kantor di Kebon Jeruk di Jakarta,” ungkapnya.

Judha menjelaskan saat ini ratusan WNI anggota Jamaah Tabligh, baru terdata berada di lima negara.

“Di Bangladesh ada 161 anggota Jamaah Tabligh, 140 diantaranya mereka menginap di Masjid di Dhaka dan 20 lainnya di luar Dhaka. 13 (WNI) di Nepal saat ini mereka ada di penginapan di Katmandu, kondisi mereka sehat dan aman. Kemarin, sudah dilakukan tes COVID dan sedang ditunggu hasilnya. Di Pakistan ada 77 (WNI) tersebar di berbagai provinsi. Di Filipina ada 30 (WNI), 19 diantaranya ada di Manila saat ini merka sudah di Golden Mosque dan sisanya di daerah di sekitar Davao City. Serta, di India positif COVID-19 ada 27 (WNI), angka awal kami mendapatkan 731 di Markas Besar (Jamaah Tabligh) di Kebon Jeruk. Namun, yang bisa diverifikasi perwakilan ada 667, nama dan lokasi di India. 667 itu telah tinggal di lokasi-lokasi karantina yang sudah disipakan oleh pemerintah India yang tersebar di 33 lokasi,” papar Judha.

Ditambahkan Judha, terdapat pula 44 anggota Jamaah Tabligh asal Indonesia yang bermasalah hukum di tengah status lockdown di India.

"34 (WNI) diantaranya di New Delhi dan 10 (WNI) ada di Mumbay,” jelasnya.

Ditambahkan Judha, saat ini KBRI New Delhi meminta untuk pendampingan oleh pengacara dan turut menjalin komunikasi dengan organisasi Jamaah Tabligh di India, menindaklanjuti puluhan WNI berperkara hukum tersebut.

“KBRI di New Delhi sudah meminta lawyer (pengacara) untuk memberikan pendampingan dan legal advice. Kita juga menjalin komunikasi dengan organisasi Jamaah Tabligh di India, terkait dengan proses hukum ini,” terang Judha lagi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00