Social Distancing : Stasiun Kemayoran Sukses, Bekasi Lumayan Tapi Perlu Perbaikan

KBRN, Jakarta : Tidak seperti hari biasanya, saat keadaan darurat nasional Coronavirus Disease 2019 atau disingkat COVID-19 seperti sekarang, suasana Stasiun Kemayoran berubah lengang. Pukul 10.00 WIB, tak banyak penumpang yang masuk untuk naik commuter line. 

Padahal sebelum wabah virus menyerang Indonesia, stasiun bersejarah ini menjadi salah satu yang cukup padat di kawasan Jakarta Pusat. 

Perubahan berikutnya yang cukup mencolok adalah, penumpang yang hendak masuk atau mau keluar stasiun, pasti singgah di pojok pintu keluar untuk mencuci tangan di wastafel portabel lengkap dengan sabun yang sudah disediakan. 

Selain itu, di dinding loket karcis juga merekat erat botol berisi cairan hand sanitizer yang dapat digunakan oleh seluruh penumpang, pengunjung, hingga karyawan PT Kereta Commuter Indonesia (PT KCI).

Para karyawan, dari petugas loket, penjaga pintu masuk, sampai security guard lengkap menggunakan masker sampai sarung tangan (hand glove). Mereka seolah memberikan contoh kepada semua penumpang atau pelanggan setianya bagaimana cara waspada akan penularan Covid-19.

"Tujuan Jatinegara masuk duluan, setelah itu pukul 11.14 WIB baru masuk tujuan Bekasi. Silakan tunggu di bangku, harap jaga jarak dengan calon penumpang lain ya pak," sebut seorang petugas keamanan stasiun yang nampak lengkap dengan sarung tangan dan masker, Sabtu (4/4/2020). 

Setelah tapping commet card, penumpang langsung masuk ke ruang tunggu kereta atau bisa juga menyeberang untuk naik ke atas peron lantas duduk di bangku-bangku yang telah disediakan.

Penumpang masuk satu persatu dan duduk santai menunggu kereta. Ada yang sudah mengenakan masker, ada yang membuka sementara masker miliknya, ada yang memakai hand glove, namun ada pula yang tidak mengenakannya.

Akhirnya, kereta datang pukul 11.14 WIB, jurusan Stasiun Bekasi. Penumpang yang sudah menunggu naik dengan teratur, lalu mencari tempat yang dianggap paling nyaman untuk duduk.

BACA JUGA: Darurat Covid-19 : Commuter Line Lengang, Operasional Masih Normal

Menariknya, para penumpang juga seolah sudah mengerti apa yang harus dilakukan setelah masuk rangkaian kereta. Mereka menyebar ke semua gerbong dan mencari tempat duduk dengan jarak berjauhan. Sementara itu, petugas keamanan commuter hilir mudik memantau situasi penumpang di setiap gerbong. 

"Saya turun Klender," kata seorang penumpang kepada RRI.

Kereta akhirnya jalan perlahan, melewati beberapa stasiun lalu mampir cukup lama di Jatinegara. Jalan lagi, melewati banyak stasiun kemudian mampir agak lama di Cakung. Perjalanan kembali berlanjut hingga akhirnya tiba dengan selamat di Stasiun Bekasi.

Keluar dari rangkaian kereta, suasana berubah total. Suasana lengang berjarak sosial di Stasiun Kemayoran tak nampak di Stasiun Bekasi. Penumpang nampak membentuk kerumunan-kerumunan kecil di sepanjang peron sambil menunggu kereta. 

Tapi belum tahu itu penumpang ke arah mana. Ada yang berdiri, duduk, jongkok, hingga tertidur lelah di kursi tunggu. Sementara itu, di depan mereka, sebuah kerumunan kecil petugas keamanan berkumpul sambil berbincang santai. 

Dari tempat tunggu kereta, kami langsung menuju grab spot Stasiun Bekasi, atau biasa disebut dengan pintu indomaret perjuangan. Maksudnya di sisi pintu keluar tersebut ada indomaret dan merupakan pintu keluar langsung menuju jalan perjuangan, Bekasi.

Keadaan di sisi pintu keluar ini ada bilik disinfektan bagi calon penumpang. Jika hendak tapping kartu untuk masuk ke Stasiun, mereka harus masuk ke dalam bilik itu, membiarkan badan disemprot disinfektan, lantas keluar, dan diperiksa suhu tubuh oleh dua orang petugas commuter line. Setelah itu, barulah bisa tapping kartu dan masuk ke dalam.

"Iya, ini calon penumpang harus melewati bilik disinfektan terlebih dahulu. Dari situ baru diperiksa suhu tubuh, dengan syarat di bawah 38 derajat. Apabila didapati 38 atau di atasnya, kami langsung mengarahkan calon penumpang memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit terdekat," tutur Arribath, petugas commuter line.   

Di depan bilik disinfektan, ada tempat cuci tangan portabel lengkap dengan sabun dan tangki air sekaligus. Fasilitas ini nampak banyak digunakan oleh calon penumpang. Mereka mencuci tangan sebelum masuk bilik disinfektan atau sebelum meninggalkan stasiun.

Keadaan memang cukup ramai di Stasiun Bekasi. Walau tidak seperti biasanya, namun masih terlihat ramai. Apalagi di loket pembelian tiket, calon penumpang nampak mengular hingga ke tempat parkir. Mereka tak menghiraukan panas terik matahari siang, dan terus mengantri untuk membeli tiket. (Foto: Miechell-RRI)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00