Tips Lawan Virus Corona Belajar dari Kasus 02

KBRN, Depok : Jumlah positif mengidap virus Corona atau Covid-19 terus bertambah, secara nasional positif Covid-19 sudah mencapai 1790 orang. Di Kota Depok sendiri kini ada sebanyak 115 orang positif Covid-19, jumlah ini masih akan terus bertambah.

Disatu sisi kapasitas atau daya tampung rumah sakit, rumah sakit darurat seperti wisma Atlit juga terbatas. Stok APD, ventilator semakin menitips, masker dan hand sanitizer sulit dijangkau.

Apa yang bisa kita lakukan untuk mengatasi keterbatasan-keterbatasan tersebut? Yaitu kenali gejalanya, lakukan isolasi mandiri, jaga daya tahan tubuh dan hentikan penularan mulai dari diri sendiri.

Rumah sakit bukan satu-satunya jawaban khususnya bagi positif ringan, PDP dan ODP.

Berikut tips cara mengenali dan melawan Covid-19 berdasarkan pengalaman pasien kasus 02 positif Covid-19 asal Kota Depok Maria Darmaningsih (64) yang sempat dirawat di RSPI Sulianti Saroso.

Kenali Gejalanya

Maria menyebutkan waktu itu, Rabu (26/02) dirinya diawali dengan mengalami sakit lemas yang berat, demam dan tidak napsu makan selama satu minggu. Gejala ini memang mirip-mirip orang yang sedang terkena Tipus.

"Waktu itu saya divonis gejala Tipus di RS Mitra Keluarga. Dan sekarang saya tahu ternyata memang cirinya kayak Tipus memang Covid-19 ini, perut ngga enak, demam trus sebelumnya ngalamin lemas yang berat," tutur Maria kepada RRI, Jumat (03/04/2020).

Untuk tiap-tiap orang memang ciri-ciri gejala Covid-19 berbeda-beda tandanya. Contohnya anak Maria, kasus 01 Sita Tyasutami. ST mengalami ciri-ciri batuk, keringatan, vertigo, sakit perut dan buang air besar selama satu minggu.

Tips

Apabila masyarakat mengalami gejala tersebut diatas, lebih baik melakukan karantina mandiri di rumah, tapi tidak boleh panik. Karena pikiran yang tenang, bahagia, bersukur, senyum, semua itu manaik kan immune tubuh.

Kemudian, banyak minum air karena tenggorak kering. Konsumi makanan yang membuat lambung nyaman salah satunya buah kurma, vitamin dan berjemur untuk menambah daya tahan tubuh.

"Selama saya di isolasi di RSPI kan ngga ada hiburan tuh selain HP dan TV. Tapi saya ngga mau nonton tv saya hanya gunakan HP untuk denger musik sebagai hiburan, karena di tv ini beritanya semua tentang corona yang bisa mengganggu konsentrasi dalam menaikkan immune tubuh," tambahnya.

Kecuali orang positif, PDP dan ODP tersebut mengalami gejala sesak napas, maka harus dibawa ke rumah sakit. Tetapi jika gejala-gejalanya tidak disertai sesak napas, Maria sangat menganjurkan untuk isolasi mandiri.

"Karena menurut penelitiannya pak Indro Cahyono, Corona itu virus yang tubuhnya kemudian melahirnya anti body setelah 7 hari. Makanya selama isolasi mandiri kita ngga boleh panik tapi secara konsisten meningkatkan immune tubuh seperti yang sudah disebutkan diatas," ucapnya.

Terpisah, Jurus Bicara Covid-19 Kota Depok Dadang Wihana mengatakan positif Covid-19, PDP dan ODP semua melakukan isolasi mandiri dibawah pemantauan tim pemantau lapangan, Camat, Lurah dan nantinya melibatkan Satgas Siaga Kampung Siaga Covid-19.

"Bagi mereka yang melakukan isolasi mandiri, akan diberikan bantuan logistik selama 14 hari. Yang dikirimkan oleh petugas, bekerjasama dengan kelurahan dan nantinya dengan Satgas Kampung Siaga Covid-19," kata Dadang.

Kemudian terkait penguburan jenazah, positif, PDP dan ODP mengikuti protokol pemulasaraan dari Pemerintah. Bagi positif, PDP dan ODP yang meninggal di rumah, dapat menghubungi RSUD Depok untuk pemulasaraan jenazah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00