Pakar Komunikasi Poltik: Tidak Ada Yang Diuntungkan dari Viralnya Soal Banjir Jakarta

KBRN, Jakarta : Banjir Jakarta yang viral akhir-akhir ini membawa beberapa pernyataan dimana-mana. Pernyataan ini paling banyak menyoroti kinerja Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

Walaupun yang diketahui sebelumnya, banjir yang terjadi akhir-akhir ini bukan hanya terjadi di Jakarta saja tetapi di beberapa daerah lain juga. Menurut Lely Aryani selaku Pakar Komunikasi Politik ia menganggap masalah banjir ini tidak ada yang diuntungkan. 

Pesan yang disampaikan melalui komunikasi itu tidak ada yang salah dan tanpa makna. Tetapi pesan itu mempunyai makna kalau diterjemahkan oleh penerima pesan. 

"Noise yang menyebar kemana-mana itu sama sekali tidak ada yang diuntungkan, karena banjir itu sendiri tidak menguntungkan siapa-siapa dan informasi yang diberikan juga tidak ada yang diuntungkan," kata Lely kepada RRI, Kamis (27/02/2020).

Leli juga menambahkan walaupun sudah banyak pesan yang begitu banyak di media sosial membicarakan Pemda, tetapi tidak membuat pemda tersebut juga tanggap dalam hal ini. Jadi dalam hal ini pesan yang diviralkan lewat media sosial tidak akan menguntungkan siapapun. 

"Jika dibilang kenapa hanya DKI Jakarta yang disorot, ya karena kita ini ibukota yang sebagian orang mempunyai kepentingan didalamnya," jelas Lely.

Diketahui pula terpaan komunikasi yang ada sudah masuk pada ranah politik, karena dalam kebijakan itu sendiri akan bersentuhan dengan panggung politik. Jadi pembentukan Pansus yang akan dijalani nanti itu bukan terkait dengan adanya pergeseran posisi Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dan posisi lainnya.

"Pasti ada yang mengarah ke politik, tetapi kita belum tau dari segi mananya, tetapi selama masyarakat yang tidak suka dengan Anies menghujat beliau terus, ya dimata mereka tidak akan pernah benar," sebutnya.

Menurutnya pesan yang tersampaikan ini memiliki dampak positif jika management komunikasi bisa dikelola oleh Pemda DKI. Tetapi management komunikasi yang dimiliki oleh Pemda DKI sendiri saat ini masih lemah. 

"Seharusnya beliau bisa memberikan tugas masing-masing anak buahnya untuk bertanggung jawab menjalankan tugas negara atau politik untuk ke depannya agar lebih baik," pungkasnya. (Foto:istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00