Banjir Karawang : Wakil Bupati Pastikan Panen Tahun Ini Petani Gigit Jari

KBRN, Jakarta : Musim panen yang sejatinya menjadi harapan manis petani di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, agaknya tahun ini tidak akan berbuah manis.

Banjir yang melanda hampir di seluruh wilayah membuat ribuan hektar sawah dan tanaman lainnya terancam gagal panen.

Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamakhsyari kepada Pro3 RRI mengatakan, banjir yang terjadi di Kabupaten Karawang tidak hanya mengancam penduduk, namun juga sektor pangan.

"Banjir Karawang itu bukan hanya mengancam rumah, dan melahirkan 40 ribu lebih jiwa yang mengungsi hari ini, dikumpulkan di 14 kantor kecamatan terdekat. Tapi lebih dari itu, ada ribuan hektar sawah yang terendam," ungkap Ahmad Rabu (26/2/2020).

Sebabnya kata Ahmad, dapat dipastikan pada musim panen tahun ini para petani di Karawang akan mengalami gagal panen. Jikapun dapat dipanen, hasil panen tentu akan sangat buruk.

"Maka otomatis Karawang yang notabene sebagai Kota Pangan ini, sebagai lumbung pangan nasional, mungkin di musim panen tahun ini menjadi terancam panennya. Dipastikan terancam gagal panen, karena semua itu terendam dan pasti tanaman padi itu akan buruk gitu," jelasnya.

Ahmad menyebut, banjir di Karawang diakibatkan meluapnya empat sungai yang mengalir di Karawang yakni Sungai Citarum, Sungai Cibeet, Sungai Cikaranggelam dan Sungai Cilamaya.

"Kondisi malam ini, 14 kecamatan di beberapa desa semua masih terendam. Karena memang aliran sungai yang mengalir dari hulu ini cukup deras sekali," pungkasnya. (Foto : Ant)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00