Petaka Sungai Sempor. 10 Anak Meregang Nyawa, Satu Jadi Tersangka

KBRN, Jakarta : Kekeliruan mempersepsikan aktivitas susur sungai diduga menjadi faktor terjadinya tragedi Sungai Sempor di Sleman, Jumat (21/2/2020) lalu.

Diketahui, sebanyak 10 jiwa siswi SMPN 1 Turi, Sleman meninggal dunia, setelah terseret air sungai yang berhulu di lereng Gunung Merapi, yang seketika mengalir deras dan membesar.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana membenarkan, kegiatan yang dilakukan oleh siswa-siswa SMPN 1 bukanlah sebuah kegiatan susur sungai, namun sebatas pengenalan alam.

Biwara menegaskan, susur sungai merupakan kegiatan dalam rangka mitigasi bencana. Yang dilakukan orang dewasa dengan kemampuan pengamanan diri yang dilengkapi dengan Alat Pengaman Diri (APD).

"Susur sungai harus dilakukan orang yang terlatih, seperti para pecinta alam, anggota SAR, Balai Sumber Daya Air, anggota BPBD," jelasnya pada Pro3 RRI, Minggu (23/2/2020).

BACA JUGA: Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi, BPBD DIY: Susur Sungai Salah Persepsi

Keteledoran itu membuat polisi menahan satu tersangka dalam kejadian itu. Dia adalah IYA yang menjadi penanggungjawab kegiatan. Saat ini IYA telah ditahan di Polda DIY. 

Dalam pemeriksaan, IYA diketahui tidak menguasai manajemen risiko saat melakukan kegiatan.

"Tersangka ini melakukan kelalaian," tegas Wakapolda DIY, Brigjen Polisi Karyoto, seperti dilansir Antara.

BACA JUGA: Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi, FSGI: Kegiatan Pramuka Harus Dievaluasi

Kepada tersangka disangkakan Pasal 359 dan 360 KUHP mengenai keteledoran yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain.   

"Ancaman hukumannya maksimal lima tahun penjara," tambah Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yulianto di RS Bhayangkara Polda DIY, Minggu (23/2020). (Foto : Ant)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00