Tragedi Susur Sungai SMPN 1 Turi, FSGI: Kegiatan Pramuka Harus Dievaluasi

KBRN, Jakarta : Insiden nahas murid hanyut hingga tewas telah menerpa SMPN 1 Turi, Sleman, Yogyakarta, pada Jumat (21/2/2020). Hal tersebut mendapat perhatian besar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) agar kepala sekolah dan pembina Pramuka bertanggung jawab.

"Pemerintah Daerah harus mengevaluasi seluruh kegiatan Pramuka. Ini dilakukan agar para orang tua tidak khawatir atau cemas terhadap kegiatan Pramuka di tiap sekolah," kata Wakil Sekjen FSGI, Satriawan Salim di Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Baca juga : SMP Negeri 1 Turi Sampaikan Permohonan Maaf

Sebab, kata dia, tiap sekolah SD, SMP, SMA/SMK, dan lainnya memiliki kegiatan Wajib Pramuka di sekolahnya masing-masing. SMPN 1 Turi dianggapnya lebih baik menghentikan kegiatan Pramuka untuk sementara waktu.

"Maka, Dinas Pendidikan di daerah harus memastikan bahwa seluruh kegiatan sekolah di wilayahnya masing-masing berjalan aman dan terkontrol," terang Satriawan.

Pramuka dalam Kurikulum 2013 adalah wadah kegiatan yang kreatif, nyaman, menyenangkan, dan aman.

"Bukan sebaliknya. Kegiatan Pramuka di sekolah harus dievaluasi," katanya.

Diketahui sebelumnya, polisi turun tangan melakukan penyelidikan buntut peristiwa tragis siswa SMPN 1 Turi tewas saat kegiatan Pramuka susur sungai di Sungai Sempor, Sleman. Enam orang telah diperiksa yang seluruhnya merupakan pembina pramuka.

Para pembina pramuka yang diperiksa itu adalah pendamping para siswa saat kegiatan susur sungai di Sungai Sempor, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Jumat (21/2/2020) kemarin.

Baca juga : Seluruh Korban Insiden Susur Sungai Ditemukan, Operasi SAR Sungai Sempor 2020 Dihentikan

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00