Polemik Gerebek PSK Online di Padang, Andre Rosiade Tuding Buzzer Ahok

KBRN, Denpasar : Pemberitaan soal penggerebekan PSK Online oleh Anggota DPR RI, Andre Rosiade disalah satu hotel di Padang, Sumatera Barat menjadi topik perbincangan hangat dalam beberapa hari terakhir.

Pasalnya beredar kabar, legislator yang berangkat dari dapil Sumatera Barat 1 itu sempat menggunakan jasa PSK tersebut sebelum proses penggerebekan berlangsung. 

Belum lagi, keterlibatan Andre dalam penggerebekan yang dinilai melampaui wewenang anggota parlemen di Senayan. 

Andre Rosiade ditemui wartawan mengaku, opini yang selama ini mendiskreditkan dirinya adalah ulah buzzer.

"Pertama ini kan Amar makruf nahi mungkar dan yang mengecam saya itu kan adalah orang-orang yang patut diduga adalah buzer-buzer- Bapak Ahok. Buzer-buzer- Bapak Ahok, jadi menurut saya tidak ada masalah," ungkapnya kepada awak media di Pelabuhan Benoa, Jumat (14/2/2020). 

"Tapi yang jelas masyarakat di Kota Padang dan mayoritas masyarakat di Sumatera Barat mendukung langkah ini," lanjut Andre. 

BACA JUGA: Dikritik Gerebek Prostitusi Online, Andre Rosiade : Ini Resiko Perjuangan

Ia pun menyangkal kabar yang mengatakan dirinya menggunakan terlebih dahulu jasa PSK tersebut. 

"Jadi saya ingin pastikan tidak ada pemakaian dan di dalam BAP berulangkali polisi sudah menanyakan kepada yang bersangkutan tidak ada pemakian. Ini ada isu narasi untuk penggiringan opini untuk mendiskreditkan saya. Tapi yang jelas mayoritas Kota Padang dan Sumatera Barat mendukung langkah ini," tegasnya. 

Terkait keterlibatannya dalam penggerebekan yang dianggap melebihi kewenangan anggota DPR, Andre mengatakan, keberadaannya di lokasi hanya sebagai fasilitator. Menurutnya proses penggerebekan dan penangkapan dilakukan polisi bersama masyarakat setempat. 

"Saya hanya memfasilitasi komunikasi polisi dengan masyarakat. Masak masyarakat lapor dengan saya. Saya tidak salurkan aspirasi ke polisi. Sekali lagi yang melakukan penangkapan itu polisi dan teman-teman dengar keterangan mabes polri dan Polda Sumbar yang melakukan penangkapan polisi," ujar politisi Partai Gerindra tersebut. 

Andre mengakui, Partai Gerindra sudah memeriksa dirinya terkait masalah ini. Namun dari pemanggilan tersebut, induk partainya dikatakan masih menunjukkan respon positif. 

"Iya tidak ada masalah, kan tidak ada keputusan apa-apa yang pasti saya sebagai kader yang taat, loyal dan patuh kepada pimpinan tentu menghadiri undangan itu. Tapi Alhamdulillah partai responnya positif dan baik," ungkapnya. 

"Yang jelas saya sebagai kader yang taat dan patuh kepada pimpinan, saya akan selalu akan hadir oleh partai. Saya Insya Allah akan maju Pilkada di Sumatra Barat 2024," pungkas Andre Rosiade.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00