Masyarakat Anggap Cukup 100 Hari untuk Menilai Menteri

KBRN, Jakarta : Dalam menyoroti 100 hari masa kerja Kabinet Indonesia Maju, beberapa menteri menganggap bahwa penilaian kinerja kabinet baru dalam 100 hari itu masih terlalu dini. Sebaliknya, sejumlah masyarakat menganggap bahwa penilaian ini bagus dan memang harus dilakukan.

Dari hasil survei IPO, sebanyak 42 persen publik menginginkan Presiden Joko Widodo merombak kabinet. Hal itu dikarenakan masyarakat melihat ada beberapa menteri yang tidak bekerja dengan baik sesuai tugasnya. 

"Kalau kata menteri penalaian seratus hari ini terlalu dini, lalu mereka mau minta berapa hari lagi? Karena menurut saya, seratus hari itu sudah cukup untuk menilai," kata Zaki, salah satu masyarakat dari Malang kepada RRI, Senin (10/2/2020).  

Zaki menambahkan, sejak dahulu keputusan untuk menilai 100 hari kinerja kabinet itu sudah dilakukan. Karena, menurutnya, jika memang seorang menteri tidak benar dalam bekerja, maka menteri tersebut harus rela digantikan dengan orang yang baru. Hal ini perlu dilakukan agar negara Indonesia tetap terus berjalan menurut dengan aturan yang ada.

"Jika tidak mau bekerja ganti saja sama yang baru, karena ini ngurus negara bukan ngurus kelurahan," pungkasnya kepada RRI. (Foto: Ist)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00