Cegah Virus Corona, Nelayan Indonesia : Stop Impor Ikan dari China

KBRN, Jakarta : Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI), Rusdianto Samawa mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menyetop atau menghentikan kegiatan impor produk dan ikan dari negara China.

Dia menekankan penyetopan itu dilakukan karena khawatir produk impor China menjadi medium bagi virus mematikan, corona jenis baru.

"Pemerintah harus menyetop ekspor impor dalam waktu jangka panjang dari China. Tak rugi juga kalau stop impor," tegasnya dalam keterangan pers yang diterima, Selasa (28/1/2020).

Pasalnya menurut Rusdianto, banyak barang dan ikan impor yang datang dari negara China. Sementara Indonesia sendiri belum memiliki peralatan mempuni untuk mendeteksi keberadaan virus corona dalam tubuh ikan.

"Mampukah Menkes dan Perindustrian serta Kemendag mengawasi impor ikan dan garam yang 70 persen berasal dari China. Ikan barang paling mudah disuntikan Virus Corona karena Indonesia tidak memiliki alat untuk identifikasi Novel Virus Corona di Ikan. Begitu juga Garam, sangat sulit di identifikasi karena sama-sama mengandung bahan kimia," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto telah menegaskan bahwa, sekalipun telah terpapar virus corona, barang-barang impor dari China tak bisa menjadi medium virus. 

Sebab menurut Achmad, virus hanya bisa bertahan di sel yang hidup. Dia pun menganalogikan virus dengan benalu atau parasit. Dimana benalu tak akan bisa hidup jika pohon yang dihinggapi telah mati.

"Jadi kalau pohonnya mati benalunya juga mati, demikian juga dengan virus ini, dia hanya bisa hidup di sel hidup," kata Achmad di Gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat.

Untuk itu, ditekankan Achmad bahwa tidak akan mungkin produk impor asal China, seperti pakaian, barang elektronik, dan lain-lain bisa menularkan virus corona. Makanya, masyarakat Indonesia tak perlu merasa takut secara berlebihan dengan menolak barang impor dari China. (Foto : Istimewa/ Ilustrasi)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00