Ketua MPR Minta Pemerintah Segera Keluarkan Travel Warning

KBRN, Jakarta : Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah segera mengeluarkan travel warning bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ingin bepergian ke China. 

Pasalnya menurut dia, penyebaran virus corona tak lagi hanya di Wuhan. Melainkan juga sudah menyebar ke berbagai wilayah di China. Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan setidaknya sudah 80 orang meninggal akibat Corona. Sedangkan 2.744 jiwa lainnya masih terinfeksi dan menjalani perawatan. 

Baca juga : Unair Bentuk Tim Kaji Obat Vaksin Corona

"Melihat penyebarannya yang sangat masif dan belum adanya vaksin yang dapat mengobati, Kementerian Luar Negeri sepatutnya juga mengeluarkan travel warning. Inggris dan Amerika Serikat sudah memberikan travel warning," kata Bamsoet sebagaimana keterangan yang diterima, Selasa (28/1/2020).

Politisi Partai Golkar ini menekankan, mengeluarkan travel warning menunjukan kepedulian pemerintah terhadap warganya. Bahkan jika perlu, untuk sementara waktu ini perlu pula dibuat larangan bagi warga negara China yang ingin berkunjung ke Indonesia.

Baca juga : Mahasiswa Indonesia di Wuhan China Minta Evakuasi Massal

"Karena kemampuan virus Corona untuk menyebar sangat kuat. Tak hanya ditularkan oleh orang yang sudah terinfeksi saja, melainkan juga bisa ditularkan oleh orang yang sedang dalam masa inkubasi virus. Ini menunjukan virus Corona lebih kuat dibanding SARS yang tak bisa menyebar di masa inkubasi," katanya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini juga mengingatkan, walaupun di berbagai bandara Indonesia sudah disediakan thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh, bukan jaminan Indonesia bisa terhindar dari virus Corona. Karena thermal scanner hanya mendeteksi suhu tubuh untuk menilai dugaan awal orang yang terkena virus Corona. Sedangkan orang yang masih dalam masa inkubasi virus, dimana suhu tubuhnya belum naik dan masih normal, bisa lolos dari thermal scanner. 

Baca juga : Indonesia Menutup Penerbangan dari dan ke Wuhan

China sendiri hingga Jumat (24/1/2020) telah mengisolasi 13 kota dan 41 juta penduduk. Berbagai perayaan Tahun Baru Imlek 25 Januari 2020 telah dibatalkan demi menjaga keselamatan warganya. Kita juga perlu memberikan apresiasi kepada pemerintah China yang melakukan pembatalan sementara penerbangan komersial sejumlah maskapai penerbangan dari dan ke Wuhan dengan kesadaran pemerintah China sendiri.

"Masa inkubasi virus Corona mencapai dua minggu hingga munculnya gejala penyakit berupa demam dan lain sebagainya. Seseorang yang merasa sehat, bisa saja sebenarnya di dalam tubuhnya ia sedang terkena virus Corona. Karena itu, mengeluarkan travel warning dan mencegah sementara waktu kunjungan wisatawan China ke Indonesia adalah pilihan yang bijaksana guna melindungi rakyat Indonesia dari dampak penyebaran virus yang mematikan ini," pungkas Bamsoet.

(Foto : Antara/ Dhemas Reviyanto)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00