Jokowi Instruksikan RUU Omnibus Law Selesai Sebelum 100 Hari Kerja Periode Keduanya

KBRN,  Jakarta : Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas tentang lanjutan perkembangan pembahasan penyusunan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan Omnibus Law Perpajakan di Kantor Presiden Jakarta,  Rabu (15/01/2020).

Dalam pengantar ratasnya, Kepala Negara meminta agar naskah RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan Omnibus Law Perpajakan selesai dalam minggu ini. 

"Melanjutkan pembahasan mengenai Omnibus Law hari ini, saya minta agar RUUnya, naskahnya selesai dalam minggu ini," kata Jokowi.

Selain itu,  ia juga menginstruksikan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dan Omnibus Law Perpajakan selesai sebelum 100 hari kerja pemerintahannya di periode kedua ini.

"Kita menargetkan Omnibus Law ini selesai sebelum 100 hari kerja. Target kita harus selesai sehingga ada timeframe yang jelas, kemudian kalau ada persoalan-persoalan segera disampaikan sehingga kita bisa menyelesaikan," tegasnya. 

Ia menyakini dengan adanya reformasi  perpajakan yang akan dilakukan,  maka akan memberikan investasi yang berdampak bagi penciptaan lapangan kerja di Indonesia. 

"Saya juga yakin dengan reformasi perpajakan yang akan juga kita lakukan, negara kita akan bisa menjadi pusat gravitasi ekonomi regional maupun global karena memiliki sebuah daya tarik yang semakin tinggi dalam sebuah ekosistem berusaha, ekosistem berinvestasi yang saya harapkan memiliki dampak yang besar bagi penciptaan lapangan kerja di negara kita," tandasnya. 

Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law mencakup Cipta Lapangan Kerja, yang  akan menyelaraskan 82 Undang-undang (UU) dan 1.194 pasal. Substansi rancangan UU  mencakup 11 klaster.

RUU Omnibus Law mencakup  11 klaster, di antaranya  penyederhanaan perizinan,  persyaratan investasi, ketenagakerjaan, kemudahan, pemberdayaan, dan perlindungan UMKM, dan kemudahan berusaha.

Selanjutnya,  dukungan riset dan inovasi, administrasi pemerintahan, pengenaan sanksi, pengadaan lahan, investasi dan proyek pemerintah, dan kawasan ekonomi. (RH) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00