Ditjen Migas Batasi Distribusi LPG 3Kg Bersubsidi dengan Kartu

KBRN, Jakarta : Pemerintah akan membuat pembatasan penyaluran Liquified Petroleum Gas (LPG) 3 kg pada pertengahan 2020 ini. Pembatasan ini dilakukan agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran kepada penerima manfaat. 

Menurut laporan wartawan Pro3 RRI, Safira Amalia, artinya bagi mereka kategori bukan masyarakat yang tidak mampu tidak bisa lagi menikmati subsidi LPG 3 kg ini. Penyaluran LPG bersubsidi ini nantinya akan menggunakan Kartu yang akan merekam dan mendata siapa saja yang menggunakan dan menerima subsidi LPG ini. Jadi nantinya pada saat sudah berjalan akan diketahui, apakah orang tersebut berhak menerima subsidi tersebut atau tidak.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto, mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan untuk menuju subsidi tepat sasaran tersebut dan pihaknya juga telah mencoba penerapan QR ataupun kartu di beberapa tempat. 

Tak hanya penerima manfaat, nantinya jumlah tabung LPG yang didistribusikan kepada pengguna akan dibatasi. Misalkan saja untuk kebutuhan rumah tangga dalam satu bulan hanya diperbolehkan menerima 3 tabung saja, sedangkan untuk UMKM dalam sebulan hanya diperbolehkan menerima 7 tabung saja.  

Namun untuk opsi-opsi yang sudah dikeluarkan tadi belum nyatakan sah, karena hasil survei yang dilakukan Ditjen Migas ke rumah-rumah belum cocok. 

"Pemerintah sudah setuju mengenai subsidi LPG 3 kg ini hanya untuk masyarakat yang berhak saja. Saat ini kita sedang melakukan persiapan mudah-mudahan tepat sasaran dengan dibantu beberapa percobaan sebelumnya," jelas Djoko Siswanto dari Gedung Ditjen Migas Jakarta, Selasa (14/01/2020).

Djoko pun menambahkan bahwa pihaknya sampai saat ini masih memonitor dan mengumpulkan data yang tepat terkait dengan jumlah penerima yang berhak untuk fasilitas bersubsidi. Dirinya memperkirakan, kemungkinan hal ini akan dimulai pertengahan tahun ini atau sekitar Juli 2020 mendatang. Jika diterapkan, pemerintah juga dapat menghemat anggaran untuk sudbsidi LPG. 

Ia juga mengibaratkan, jika hal ini dimulai awal 2020 ini, akan dapat menghemat sekitar 30% subsidi. Namun apabila dimulai pertengahan tahun, hanya bisa menghemat sekitar 10%-15% anggaran subsidi. (foto : istimewa)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00