SBY Tolak Perpanjang Masa Jabatan Presiden

KBRN, Jakarta : Presiden ke-6 Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menolak wacana perpanjangan jabatan presiden. Hal itu sebagaimana kutipan wawancara SBY pada tahun 2014 lalu.

Video wawancara SBY itu diunggah oleh politisi Partai Demokrat, Andi Arief dalam akun Twitter pribadinya, @AndiArief_ baru-baru ini.

"Buat Partai Nasdem, agar mendengar statemen Pak SBY bulan april 2014,  SBY menolak soal tiga periode jabatan," kata Andi Arief dalam caption video, Kamis (5/12/2019). 

Dalam video berdurasi selama 2 menit 11 detik itu, SBY menegaskan  bahwa andaikata konstitusi membolehkan dia untuk maju lagi sebagai calon presiden pada pemilu 2014, maka dia lebih memilih untuk tidak mencalonkan diri.

"Andai kata saya ini bisa maju lagi untuk yang ketiga kalinya dan tidak dilarang oleh konstitusi dan undang-undang yang berlaku. Saya pun mengatakan tidak akan maju lagi," tegas SBY dalam video tersebut.

Keputusan terkait itu diambilnya setelah meminta pendapat dari istri tercinta, Ani Yudhoyono dan kedua putranya, Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.

"Semua sepakat bahwa 10 tahun bisa memimpin negeri ini sudah merupakan kesyukuran yang luar biasa kepada Allah SWT, juga terima kasih kepada rakyat," jelasnya.

Dijelaskan SBY, keputusan itu diambil karena menurut dia, sebagaimana kebanyakan pemimpin dunia lainnya, yang terlalu lama berkuasa itu biasanya tidaklah baik. Seorang pemimpin bisa saja menjadi diktator.

"Saya membaca banyak sekali pengalaman pemimpin-pemimpin di dunia. Pemimpin-pemimpin yang berkuasa begitu lamanya. 20 tahun lebih, biasanya, tentu tidak semua, itu cenderung untuk menyalahgunakan kekuasaannya. Sebagian mereka akhirnya menjadi tirani, menjadi diktator, dan tentunya tidak baik balau kekuasaan digunakan secara sewenang-wenang," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00