'Fir'aun, Iblis, dan Ken Arok', Dirut LPP RRI Hangatkan Malam Apresiasi Puisi

KBRN, Jakarta : HUT Radio Republik Indonesia (RRI) Ke-74 Untuk Indonesia Lebih Bertoleransi kembali berlangsung dalam Malam Apresiasi Puisi yang berlangsung di Bengkulu, Sabtu (14/9/2019).

Direktur Utama (Dirut) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Mohammad Rohanmudin mempersembahkan puisi karyanya sendiri dan kembali memukau semua hadirin yang hadir di sana.

Sebelum membacakan puisinya, Rohanudin mengutarakan, bahwa Indonesia itu begitu indah. Dipisahkan oleh lautan tapi juga disatukan oleh lautan. Dan Malam Apresiasi Puisi ini tidak jauh dari Tema Hari Radio yakni Untuk Indonesia Lebih Bertoleransi.

"Bangsa ini ada kulit hitam, putih, kuning langsat, tapi tetap Indonesia," ucap Rohanudin kepada hadirin di Bengkulu, Sabtu (14/9/2019).

Dirinya lantas mulai membacakan puisi, dengan judul : 'Fir'aun, Iblis, dan Ken Arok'.

Fir'aun, Iblis dan Ken Arok

Fir'aun Tenggelam 

Fir'aun tenggelam di laut merah ketika sedang di puncak kekuasaaasn

Fir'aun Tenggelam di laut merah ketika sedang di puncak kekuasaaasn

Kekuasaan sama dengan bencana 

Jika kekuasaan itu Firaun 

Jika kekuasaan itu syahwat 

Jika kekuasaan itu diusung dengan keranda 

Jika kekuasaan itu bermuka belang 

Jika kekuasaan itu minum arak

Kata bijak mengatakan, menjadi abdi raja seperti berjalan dengan harimau

Kapan saja ia siap diterkam

Kapan saja ia siap diterkam

Harimau seram dan bengis 

Harimau seram dan bengis

Ia buas untuk siapapun 

Ia buas untuk siapapun mereka

Lebih ganas dari Ken Arok

Lebih ganas dari Ken Arok

Lebih ganas dari Ken Arok

Maka pilihlah pemimpin adalah raja yang berhati nurani

Karena nurani suatu titik yang menjadi mata air moralitas manusia

Jika moralitas tumbuh dari syahwat yang busuk

Jika moralitas berjiwa kapitalis

Jika moralitas lebih membusungkan perut

Maka moralitas sama saja dengan iblis

Iblis adalah makhluk paling lama sujud kepada Allah

Lebih patuh daripada malaikat

Tapi mengapa Allah murka memasukkan Iblis kepada muntahan api neraka yang menjilat-jilat

Menjilat-jilat

Menjilat-jilat

Karena Iblis merasa lebih mulia dari makhluk Allah

Apakah kita rasa menjadi pemimpin

Apakah kita rasa menjadi pemimpin

Apakah kita rasa menjadi pemimpin

Lalu moralitas mana yang menjadi baju dan selendang kita

Bagaimana pula jika terjadi pertempuran antara Fir'aun dan Ken Arok

Mungkin Iblis tidak berani datang ikut bertarung

Atau dia sembunyi di punggung Fir'aun

Sambil tertawa terkekeh-kekeh menyemburkan bau busuk

menyemburkan bau busuk 

Lebih busuk dari bau bangkai manusia

Firman Allah, Keagungan adalah pakaianKu

Keagungan adalah pakaianKu

Kesombongan adalah selendangKu 

Barang siapa yang mencabutnya dariKu

Salah satu dari keduanya, maka Aku akan mengazabnya

Maka berhati-hatilah 

Rumput ditanam tidak akan jadi padi

Rumput ditanam tidak akan jadi padi

Dia tumbuh menjadi dirinya sendiri

Dia berakar menyebar dan bersemi di tempat lain namanya tetap rumput

Begitupun nurani, jiwa, dan karakter diri kita sendiri

Jangan berubah !!

Hanya orang-orang yang bodoh yang tidak tahu mana yang pahit, mana yang gelap, mana yang terang, dan mana yang temaram

Puisi yang dihaturkan Rohanudin, memberikan pencerahan bagaimana seorang manusia harus bersikap dan berperilaku terhadap sesamanya, bangsa dan negara. Moralitas, Takut akan Tuhan, menjadi panduan utama sebagai seorang manusia Indonesia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00