Dirut ASDP Perketat Sterilisasi Pelabuhan Merak, Akses Orang-Kendaraan Dibatasi
- 02 Sep 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT ASDP Indonesia Ferry memperkuat sterilisasi kawasan pelabuhan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan, keamanan, ketertiban, serta tata kelola aktivitas penyeberangan.
- Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan sterilisasi kawasan pelabuhan dilakukan melalui pengaturan dan pembatasan akses orang maupun kendaraan yang memasuki kawasan pelabuhan.
- Melalui pengaturan zonasi, setiap pihak yang beraktivitas di dalam kawasan pelabuhan diharapkan memiliki kepentingan yang jelas, teridentifikasi, dan terdata.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry memperkuat sterilisasi kawasan pelabuhan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan, keamanan, ketertiban, serta tata kelola aktivitas penyeberangan. Kebijakan tersebut salah satunya diterapkan di Pelabuhan Merak, Banten, yang merupakan salah satu simpul penyeberangan tersibuk di Indonesia.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan sterilisasi kawasan pelabuhan dilakukan melalui pengaturan dan pembatasan akses orang maupun kendaraan yang memasuki kawasan pelabuhan. "Penerapan sterilisasi dilakukan melalui pengaturan dan pembatasan akses orang maupun kendaraan yang memasuki kawasan pelabuhan," kata Heru di Jakarta, Rabu 2 September 2026.
Kebijakan tersebut merupakan implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 91 Tahun 2021 tentang Zonasi di Kawasan Pelabuhan yang Digunakan untuk Melayani Angkutan Penyeberangan. Melalui pengaturan zonasi, setiap pihak yang beraktivitas di dalam kawasan pelabuhan diharapkan memiliki kepentingan yang jelas, teridentifikasi, dan terdata.
Dengan demikian, akses menuju area operasional dapat dikendalikan serta diawasi secara lebih baik. Menurut Heru, langkah tersebut penting untuk mengurangi potensi gangguan keamanan dan risiko keselamatan sekaligus mendukung kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa.
"Tujuan utamanya menciptakan lingkungan pelabuhan yang semakin aman. Tertib dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa," ujarnya.
Perketat Pengawasan Akses
Heru menjelaskan Pelabuhan Merak memiliki tingkat aktivitas dan pergerakan masyarakat yang sangat tinggi setiap harinya. Karena itu, pengelolaan akses kawasan perlu dilakukan secara tertib agar setiap orang yang berada di area pelabuhan dapat teridentifikasi dan aktivitasnya bisa diawasi.
Sterilisasi juga menjadi bagian dari komitmen ASDP dalam memperkuat budaya keselamatan sekaligus meningkatkan tata kelola kawasan pelabuhan. Untuk mendukung penerapan kebijakan tersebut, ASDP telah melakukan sejumlah persiapan secara bertahap.
Langkah itu antara lain sosialisasi kepada pengguna jasa dan pihak-pihak yang beraktivitas di pelabuhan, pengaturan pintu masuk dan keluar kawasan, hingga penguatan pemeriksaan akses.
"Hingga patroli secara rutin bersama aparat keamanan. Pelaksanaannya juga terus dikoordinasikan dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan terkait," kata Heru.
Aktivitas Pedagang Ikut Ditata
Sterilisasi kawasan pelabuhan juga mencakup penataan aktivitas perdagangan. ASDP memastikan para pedagang yang beraktivitas di area pelabuhan dapat terdata dan teridentifikasi dengan jelas.
Penataan tersebut dilakukan agar aktivitas perdagangan tetap dapat berjalan tertib tanpa mengganggu aspek keselamatan, keamanan, operasional, maupun kenyamanan pengguna jasa.
"Sehingga aktivitas perdagangan tetap dapat berlangsung secara tertib tanpa mengganggu aspek keselamatan, keamanan, operasional dan kenyamanan pengguna jasa," katanya.
Dalam penerapannya, ASDP terus mengedepankan komunikasi dengan para pedagang maupun organisasi yang menaungi mereka. Sosialisasi dilakukan secara berkala terkait ketentuan akses, penggunaan identitas, tata tertib, serta berbagai ketentuan yang berlaku di kawasan Pelabuhan Merak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....