Dorong Percepatan SDGs di Barat Selatan Aceh, Prodi SDA UTU Gelar Peninjauan Kurikulum

Dorong Percepatan SDGs.jpeg

KBRN, Meulaboh : Berperan serta dalam menghasilkan sumberdaya manusia memiliki daya saing tinggi dan kompetensi mumpuni merupakan tanggungjawab yang besar untuk mengawal pembangunan berkelanjutan. Langkah strategis untuk peran tersebut direalisasikan oleh Program studi Sumber Daya Akuatik (SDA) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Teuku Umar, dengan menyelenggarakan kegiatan tinjauan kurikulum dengan tema “Penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi Bentuk Perwujudan Merdeka Belajar Kampus Merdeka untuk Mempercepat Pencapaian SDGs di Barat Selatan Aceh”. 

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan peningkatan kualitas program studi melalui peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) Prodi. Kegiatan dilakukan di Ruang Rapat Utama, GKT, UTU pada tanggal 23 – 24 Juni 2022. Pelaksanaan tinjauan kurikulum dilakukan dengan dua kegiatan utama yaitu Focus Discussion Group (FGD) dan penyusunan kurikulum tahun ajaran 2022/2023.   Kegiatan dibuka oleh Dekan  Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Prof. Dr. M. Ali S, M. Si. 

Kegiatan pertama adalah FGD yang dilakukan sehari sebelumnya yang bertujuan untuk mengetahui keahlian yang dibutuhkan oleh pengguna/user.  Hadir dari pihak pengguna adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Barat, perwakilan Bappeda Aceh Barat, perwakilan RSUD Cut Nyak Dien, dan Panglima Laot, Lembaga Konservasi Penyu Aron Meubaja Aceh Jaya, Lembaga Ekowisata Mangrove Aceh Jaya, Lembaga Gerakan Peduli Lingkungan/GPL Aceh Barat, perwakilan dari PT. MIFA Bersaudara, dan perwakilan CP. Prima wilayah Aceh Barat.

Agenda  kedua selanjutnya berbentuk tinjauan kurikulum Prodi SDA.Dalam kegiatan ini diundang narasumber, yaitu Dr. Majariana Krisanti, S.Pi, M.Si., Ketua Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan FPIK-IPB. Tinjauan Kurikulum dilaksanakan dengan diskusi untuk mempertajam capaian pembelajaran/CPL prodi dan kelengkapan kurikulum sebagai persiapan pengesahan buku panduan kurikulum Prodi SDA. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen Prodi SDA dan perwakilan dari dosen Prodi Perikanan, kegiatan yang diketuai oleh Faliqul Isbah, S.Kel., M.Si berjalan dengan lancar dipandu oleh Rika Astuti, S.Kel. M.Si.

Dalam kesempatan ini narasumber menyatakan bahwa kurikulum merupakan produk bersama yang bermanfaat untuk calon lulusan dan pengguna lulusan. Narasumber memaparkan 6 hal penting dalam penyusunan kurikulum yaitu 1) student need not lecturer need, 2) SDM (dosen/pengajar), 3) potensi daerah dan harapan pengguna lulusan, 4) evaluasi pembelajaran sebelumnya, dan 5) input mahasiswa, 6) fasilitas program studi. Selain itu narasumber menyampaikan bahwa hal penting dalam tercapainya pelaksanaan kurikulum adalah memastikan kompetensi dasar mahasiswa yang direncanakan dalam Rencana Pembelajaran  Semester (RPS) dapat dicapai optimal. Hal ini  dapat diukur dari kompetensi lulusan ketika mereka sudah berkarya di berbagai bidang kerja.Ketua Prodi SDA menyampaikan kurikulum Prodi SDA memiliki ruh dari university value yaitu menjadi source of inspiration. Implementasi tersebut ditunjukkan dengan fokus  Prodi SDA terhadap eksplorasi dan biodiversitas. Prodi SDA ingin menjadi inspirasi dalam pengembangan pengelolaan sumber daya akuatik melalui penyediaan bigdata kenekaragaman hayati perairan dan pengelolaan. Fokus prodi ini merupakan gerbang pembuka pengelolaan sumber daya akuatik yang berkelanjutan.

Diharapkan dengan fokus bidang tersebut, kompetensi lulusan mampu membantu percepatan capaian SDGs di Barat Selatan Aceh.Seluruh dosen sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, ditunjukkan dengan seluruh dosen memberikan masukan inovatif terhadap kurikulum yang ditinjau baik dari kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan calon lulusan. Akhir kegiatan dilakukan penandatangan kesepakatan hasil revisi kurikulum dari semua dosen dan narasumber yang dilakukan di ruang 401, Laboratorium Produktifitas Lingkungan Perairan, Prodi SDA, FPIK, UTU.Point statement narasumber sebelum kegiatan berakhir adalah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kurikulum untuk mencapai kompetensi lulusan jangan dianggap sebagai masalah melainkan tantangan untuk melakukan yang terbaik demi keberhasilan di masa depan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar