Tinjau Kurikulum, Prodi Sumber Daya Akuatik UTU Gelar FGD

Tinjau Kurukilum.jpeg

KBRN-Meulaboh: Penyusunan kurikulum sesuai dengan standar operasional prosedur harus diterapkan guna menghasilkan kurikulum yang padu dan memenuhi kebutuhan pengguna. Program Studi Sumber Daya Akuatik berupaya melakukan tinjauan kurikulum dengan langkah awal adalah melakukan Focus Discussion Group (FGD) dengan user/pangguna lulusan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Utama, GKT, Universitas Teuku Umar.

Kegiatan ini merupakan rangkaian upaya peningkatan kualitas program studi melalui peningkatan Indikator Kinerja Utama (IKU) program studi. Penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk menggali pengguna lulusan agar memberikan masukan terhadap kurikulum yang akan diterapkan.Dekan FPIK UTU, Prof. Dr. M. Ali S, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa FGD dengan pengguna lulusan adalah hal penting untuk menampung masukan dan menyiapkan kualitas lulusan. Agenda ini merupakan kegiatan pembuka untuk serangkaian kegiatan lain dalam penyusunan kurikulum di Prodi SDA.Kegiatan ini dihadiri oleh pengguna lulusan dan seluruh dosen Prodi SDA serta perwakilan dari Prodi lingkup FPIK. Pengguna lulusan (stakeholder dan lembaga lain), yang hadir dalam rangka kegiatan ini adalah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Barat, perwakilan Bappeda Aceh Barat, perwakilan RSUD Cut Nyak Dien, dan Panglima Laot. Selain itu kegiatan FGD, dihadiri dari Lembaga Konservasi Penyu Aron Meubaja Aceh Jaya, Lembaga Ekowisata Mangrove Aceh Jaya, Lembaga Gerakan Peduli Lingkungan/GPL Aceh Barat, perwakilan dari PT. MIFA Bersaudara, dan perwakilan CP. Prima wilayah Aceh Barat. Dengar pendapat ini dipandu oleh ketua program studi SDA yang didampingi Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar.Dalam kesempatan ini pengguna lulusan memberikan masukan yang membangun untuk tinjauan kurikulum. Beberapa masukan penting dari pengguna lulusan adalah 1) mahasiswa harus dibekali kompetensi dasar terhadap pengolahan limbah (RSUD CND), 2) Kemampuan dasar sebagai peneliti/asisten peneliti sebagai penyedia data (Bappeda Aceh Barat), 3) dapat melakukan assessment untuk pengelolaan ekosistem mangrove dan konservasi (DKP Aceh Barat), 4) mumpuni bidang manajemen kualitas air dan limbah tambak (CP. Prima), dan 5) Mahasiswa yang siap berkarya, bekerja dengan motivasi tinggi (PT. MIFA Bersaudara), 6) melakukan sinergi kegiatan dengan MK yang sebidang dengan Gerakan Lingkungan Hidup (LSM), dan 7) kemampuan melakukan kajian terpadu di ekowisata mangrove Aceh Jaya (LSM). 8) menguasai penggunaan alat secara trampil dan mampu melakukan justifikasi perairan, serta komunikasi aktif (LSM) dan 9) mahasiswa berkarakter elang (tangguh, kompeten, dan tahan banting) dan mampu berperan dalam konservasi sumber daya ikan di Aceh Barat.Secara umum pengguna lulusan yang hadir mengharapkan Prodi SDA menghasilkan lulusan yang siap bekerja, berkarya, memiliki kompetensi dasar yang kuat agar mampu beradaptasi dengan perkembangan IPTEKS.Ketua Prodi SDA menyampaikan bahwa masukan yang diberikan oleh pengguna lulusan adalah salah satu bagian penting dalam penyusunan kurikulum. Berdasarkan semua masukan ditindaklanjuti sebagai pertimbangan penentuan materi dalam setiap mata kuliah. Kesesuaian kebutuhan dari pengguna lulusan dan materi  dalam kurikulum diharapkan dapat mempercepat capaian SDGs di Barat Selatan Aceh.Hal ini karena kebutuhan SDM berkualitas dapat dipenuhi berdasarkan kompetensi lulusan yang dihasilkan. Seluruh dosen dan pengguna lulusan sangat antusias, ditunjukkan dengan masukan yang holistik dari  sikap, pengetahuan dan ketrampilan yang diharapkan dari calon lulusan. Akhir kegiatan disepakati untuk melakukan kerjasama dengan berbagai pengguna lulusan (penggunaan laboratorium, kerjasama penelitian, dan kolaborasi kegiatan)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar