SDA Journey Goes to Mangrove Ecosystem

KBRN, Meulaboh : SDA Journey merupakan kegiatan peningkatan keahlian mahasiswa sesuai dengan bidang ilmu yang dilakukan oleh Program studi Sumber Daya Akuatik (SDA) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), Universitas Teuku Umar. Penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keilmuan mahasiswa tentang analisis vegetasi mangrove yang merupakan dasar dalam pengelolaan ekosistem mangrove. Kegiatan analisis vegetasi yang dilakukan terpadu dengan dengan proses analisis data hasil dari data lapangan yang dilakukan.

Dilansir utu.ac.oid, Jumlah peserta yang berkontribusi sekitar 50 orang yang didominasi oleh mahasiswa Prodi SDA dan Prodi Ilmu Kelautan.  Kegiatan lapangan yang dilakukan sinergi dengan kegiatan sebelumnya yaitu kuliah umum. Kegiatan lapangan secara langsung dipandu oleh bapak Onrizal., PhD yang merupakan pakar tropical ecology and biodiversity conservation, Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara. Proses analisis vegetasi dan analisis data peserta pelatihan, didampingi oleh dosen-dosen dari Prodi SDA.

Kegiatan dilakukan di ekosistem mangrove Meurebo, Meulaboh pada tanggal 19 Mei 2022 dari pukul 07.00-13.00 WIB dan selanjutnya kegiatan dilakukan di ruang kuliah GKT UTU. Seluruh peserta kuliah umum sangat antusias saat melakukan langsung analisis vegetasi di area mangrove. Kegiatan analisis mangrove meliputi penentuan stasiun dan plot, pendataan tingkat pertumbuhan, dan identifikasi jenis.

Hasil analisis vegetasi (Anveg) menunjukkan bahwa ekosistem mangrove Meurbo, Meulaboh disusun oleh jenis Acrostichum aureum, Rizophora apiculata, Sonneratia alba, dan berbagai jenis tumbuhan pantai. Bapak Onrizal., PhD menyampaikan bahwa ekosistem mangrove di Meurebo dapat menjadi lokasi kegiatan praktikum dan penelitian yang berkelanjutan untuk prodi SDA. Hal ini sangat menarik karena karakteritik lokasi sebelumnya adalah sawah.

Keunikan lokasi dapat menjadi bahan kajian terkait dengan perubahan vegetasi, substrat ataupun biota yang mendiami area tersebut. Keunikan ini digambarkan dengan keberadaan mangrove yang hidup berdampingan dengan vegetasi darat dan tanaman air tawar. Beliau juga memberikan rekomendasi pengelolaan ekosistem Meurebo yaitu mempertahankan kawasan ini dengan prioritas utama yaitu zero degradasi dan zero deforestasi di area tersebut.

Setelah kegiatan lapangan para peserta melakukan analisis data di ruang kuliah GKT UTU. Analisis data dipandu langsung oleh Bapak Onrizal, PhD., yang disambut antusias oleh peserta. Dalam sesi ini peserta melakukan dinamika kelompok dalam penyelesaian data.

Ketua panitia kegiatan, Eka Lisdayanti, S.Kel, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan lapangan dan analisis data vegetasi mangrove merupakan materi dasar yang harus dikuasai oleh mahasiswa untuk memperkuat penguasaan skill Anveg mangrove. Closing statement narasumber ketika materi pengolahan data bahwa data harus akurat dan menguasai filosofi analisis data dengan baik agar setelah memperoleh hasil kita dapat menginterprestasikan data dengan tepat dan benar sehingga rekomendasi pengelolaan yang diberikan juga tepat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar