Menyambung Asa Dengan Rakit dan Sampan Menuju Sekolah

Foto Pelajar dari Desa Sipot menuju sekolah/ Dok RRI Meulaboh.jpeg
Anak-anak MIN 14 Aceh Barat bersama seorang gurunya menyeberang sungai ke sekolah/ Dok RRI Meulaboh.jpeg

Hanya itu yang dapat diberikan oleh managemen sekolah kepada murid yang tidak hadir, dihari lain mata pelajaran mereka diulang sehingga tidak ada yang tertinggal.

"Jika mereka tidak datang, maka yang pertama dicari tahu, bagaimana kondisi air sungai, jika deras setelah diguyur hujan maka mereka mendapat izin…” tuturnya.

Perasaan gundah kembali menyelimuti Rasniyanti, ketika mendengar suara gemuruh dan hujan mulai turun, apakah air sungai akan meluap. 

Jika itu terjadi maka tidak ada pilihan bagi ia dan murid-murid dari Desa Sipot, harus menanti sampai sore bahkan malam.

Selain mengajar di MIN 14, Rasniyanti juga dikontrak oleh sekolah lain yakni Madrasah Tsanawiyah swasta di Desa Gaseu.

Kedua sekolah itu masih bisa diakses transportasi darat dari pusat Kecamatan Sungai Mas, tetapi untuk kembali pulang, anak-anak sekolah MIN dan MTs dari Desa Sipot harus kembali menggunakan rakit.

Tahun 2018 lalu, Aceh Barat juga sempat viral dengan kondisi kehidupan masyarakat dan anak sekolah di pedalaman yang berjuang ke sekolah dengan seutas tali.

Desa Sikondo, Kecamatan Pante Ceureumen. Pemerintah pusat telah terbangun menggempur pembangunan di kawasan setempat sehingga saat ini sudah disediakan jembatan penghubung dan perumahan Komunitas Adat Terpencil atau CAT.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dengan program jalan lingkar tembus saat ini baru mulai membangun jembatan penghubung antar Desa Sipot - Gaseu untuk memutus keterisolasian.

Jembatan rangka baja dibangun dengan DOKA senilai 17 miliar rupiah itu fungsional akhir tahun 2021 ini, Setelah jembatan itu difungsikan, maka tidak ada lagi daerah terisolir di Aceh Barat.

Demikian potret semangat dan harapan pelajar dari pelosok provinsi paling ujung barat Indonesia. (Tulisan ini liputan khusus 24 November 2021).

Halaman 3 dari 3

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar