Tim Kedaireka UTU Edukasi Calon Pengantin Dalam Pencegahan Stunting

KBRN, MEULABOH : Tim pelaksana Matching Fund Kedaireka UTU dengan judul pengembangan model intervensi stunting melakukan kegiatan edukasi calon stunting. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang diusulkan dalam program Matching Fund Kedaireka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Sejumlah 40 pasang calon pengantin dari empat desa di Kecamatan Kaway XVI Kabupaten Aceh Barat mengikuti kegiatan dengan antusias, Sabtu 9 Oktober 2021. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa UTU yang ikut “Membangun Desa” dalam kurikulum Merdeka Belajar - Kampus Merdeka.

Peserta kegiatan diberi pengetahuan tentang gizi prakonsepsi, gizi ibu hamil, dan gizi 1000 hari kehidupan bayi. Ketua Pelaksana Kedaireka, Sukma Elida, SKM., M.Kes mengatakan “salah satu penyebab stunting adalah rendahnya pengetahuan orang tua tentang stunting. Oleh karena itu, calon pengantin (catin) adalah kelompok sasaran yang tepat untuk mendapat edukasi tentang stunting sejak dini”.

Kegiatan berlangsung selama satu hari penuh. Peserta mendapat tes pendahuluan dan tes pasca-kegiatan untuk melihat peningkatan pengetahuan mereka sebelum dan sesudah mendapat edukasi. Mukhlis, catin dari Desa Pungki, menyampaikan apresiasinya tentang kegiatan ini, “kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan tidak hanya sekali ini saja,” Ungkapnya.

Selain edukasi catin, rangkaian kegiatan kedaireka lainnya yang akan dilaksanakan adalah edukasi ibu hamil dan edukasi ibu dengan bayi beresiko stunting. Tim Kedaireka UTU juga akan melakukan pendampingan pengolahan makanan tambahan berbasis pangan lokal. Disisi lain, mode intervensi stunting di Kabupaten Aceh Barat ini juga akan melibatkan tokoh agama dalam rangka memaksimalkan upaya edukasi ke masyarakat secara lebih luas.

Sumber : http://utu.ac.id

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00