UTU Terjunkan Mahasiswa Bina Desa Stunting dalam Program Matching Fund Kedaireka

UTU Terjunkan Mahasiswa Bina Desa Stunting dalam Program Matching Fund Kedaireka

KBRN, Meulaboh : Tim Program Binadesa Kedaireka Universitas Teuku Umar menggelar acara Konsolidasi dan Serah Terima Mahasiswa dengan tema "Pengembangan Model Intervensi Stunting Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Aceh Barat. penyerahan mahasiswa tersebut diselenggarakan bertepatan di Kantor Camat Kecamatan Kaway XVI, Kamis, 30 September 2021

Acara yang turut dihadiri Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Jasman J. Ma'ruf S.E MBA sebagai pembuka acaranya secara resmi. Beliau menyampaikan bahwa ini kesekian kalinya UTU lulus anggaran dana kedaireka binadesa yang telah dikompetisikan. Dalam waktu 7 tahun, UTU mampu memenangkan proposal sebanyak 37 proposal.

Tim Program Binadesa Kedaireka Universitas Teuku Umar yang terdiri dari dosen-dosen terbaik Universitas Teuku Umar, diantaranya Firman Parlindungan Ph.D, Arfah Husn SKM., MKM., Sukma Elida SKM, M.Kes., dan Enda Silvia Putri SKM. M.Kes.

Ketua program binadesa kedaireka, Sukma Elida SKM. M.Kes, menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan stunting ini sebagai bentuk pemberdayaan dan pengembangan masyarakat khususnya didesa yang memiliki data terbanyak angka stunting. Ini sangat berpengaruh kepada generasi anak-anak untuk dimasa depan yang lebih baik.

"Kegiatan ini sendiri dalam bentuk pengembangan pemberdayaan masyarakat. Ada 4 desa yang akan kita selenggarakan program binadesa ini, diantaranya desa Puuk, Pungki, Bungong Tanjong dan desa Keude Tanjong.

Adapun rangkaian kegiatan yang akan dilakukan untuk beberapa bulan kedepan yaitu edukasi gizi untuk beberapa sasaran diantaranya catin (calon pengantin), edukasi gizi dengan ibu hamil, dan baduta yang beresiko stunting." Ujarnya.

Drs. Sabirin selaku Camat Kawat XVI menyampaikan rasa bangganya kepada rangkaian acara tersebut. Ia menyebutkan bahwa stunting merupakan modal dasar sebagai cairnya dana desa apabila terdapat desa yang melakukan pencegahan stunting tersebut.

"Terimakasih saya ucapkan sebanyak-banyaknya kepada Rektor Universitas Teuku Umar yang telah sudi kiranya memilih kecamatan Kaway XVI sebagai pembuat program binadesa dalam beberapa bulan kedepan. Salah satunya program stunting ini sangatlah penting untuk kita terapkan, karena stunting merupakan modal dasar diberikannya dana desa dari pemerintah pusat kepada pemerintah desa itu sebagai syarat utama, apabila terdapat desa yang tidak menganggarkan dana desa untuk stunting desa yang bersangkutan, maka desa tersebut tidak mendapat dana desa itu sendiri. Maka dari itu, saya selaku camat Kaway XVI sangat berterimakasih kepada semuanya telah memilih kecamatan Kaway XVI sebagai tempat dilakukannya program stunting tersebut," Ucapnya dengan rasa haru.

Tak mau ketinggalan, Rektor UTU juga berhadir acara penyerahan mahasiswa di kecamatan Kaway XVI tersebut juga menyampaikan sambutannya dihadapan para hadirin. Menurutnya, Stunting  merupakan suatu hal yang sangat konsen untuk diperhatikan."Jadi kita lakukan secara fokus dan serius. Karena di Indonesia sendiri, angka stunting mencapai 27%, sedangkan pihak WHO menyebutkan bahwa angka stunting hanya berlaku sebanyak 20% saja, namun di Aceh sendiri mencapai 37%. Maka dari itu, ini harus kita perhatikan dengan sangat baik, agar generasi kedepannya dapat mengurangi angka stuntinge ini khususnya di Aceh. Hal ini terjadi karena pola makan yang tidak sehat dan tidak teratur. Untuk itu, para kader yang bersangkutan harus mengedukasi para masyarakat sadar dalam mengatur pola makan yang sehat, dengan cara mengkonsumsi daun kelor disetiap rumah tangga," Pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00