Generasi Milenial Harus Mampu Menjadi Penggerak Perubahan di Tengah Masyarakat

KBRN Meulaboh: Di era modern ini, teknologi semakin berkembang pesat. Internet dan media sosial lainnya seakan sudah menjadi kebutuhan penting bagi generasi milenial. Pemanfaatan media sosial sudah menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat perkotaan hingga dipedesaan dan pelosok, baik anak-anak, remaja, hingga dewasa dapat dipastikan pernah mengecap berbagai macam media media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, WhatsApp dan lainnya. 

Era globalisasi yang semakin kompetitif, generasi muda dituntut untuk terus berinovasi dan mampu mengimbangi kemajuan teknologi yang begitu pesat. Generasi yang dikenal dengan istilah milenial itu, juga harus mampu memanfaatkan perubahan jaman menjadi potensi untuk menggali kreatifitas yang dimiliki.

Sarana media ini sangatlah baik jika digunakan untuk hal-hal bermanfaat seperti berdakwah. Dakwah milenial harus memanfaatkannya semaksimal mungkin. Dakwah disini tidak hanya terbatas dipahami sebagai upaya penyampaian ajaran Islam melalui pengajian, khutbah jum’at, ceramah di atas mimbar, ceramah pada hari- hari besar Islam, tetapi pemahaman dakwah lebih dari sekedar itu. Dalam definisi yang lebih progresif, dakwah bisa didefinisikan sebagai tindakan individu yang bertujuan untuk mewujudkan kebersamaan dan solidaritas bersama. 

Menurut Ujang Mahadi (2015), pemahaman dakwah bukanlah pemahaman konvensional berupa rutinitas spiritual yang kolektif, melainkan dakwah juga bisa berupa tindakan pemberian santunan kepada panti asuhan, mengentaskan kemiskinan, penanggulangan bencana dan berbagai aktivitas kemanusiaan lainnya. 

Berajak dari itu penulis melihat suatu ruang kosong yang bisa diisi bersama, setiap orang bisa ikut berdakwah meskipun kefahaman ilmu agamanya terbatas, modal empati yang dimiliki setiap orang sudah merupakan sebuah kekuatan yang dahsyat jika dikelola dengan baik. Penulis meyakini bahwa setiap orang memiliki sensitifitas terhadap permasalahan sosial di masyarakat, namun belum mendapatkan metode yang tepat untuk menyalurkan rasa empati itu, jikapun ada sifatnya musiman tidak kontinuitas. 

Generasi milenial sebagai kekuatan yang seharusnya menjadi penggerak perubahan sosial secara positif. Secara sosiologis, gerakan sosial pada dasarnya dimaksudkan untuk menghidupkan fungsi-fungsi sosial yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. 

Karena itu adanya pranata sosial seperti hukum, politik, ekonomi, pendidikan, budaya dan bahkan agama, idealnya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan malah sebaliknya, melahirkan berbagai mudarat bagi kehidupan. 

Generasi milenial juga harus lebih kuat menghadapi berbagai tantangan kedepan dalam meraih impian, serta membawa perubahan yang lebik bagi pribadi maupun bangsa. Untuk meraih kesuksesan tidak bisa diraih dengan cara instan, melainkan melalui proses kerja keras dan tekad yang kuat. 

Disini, penulis menawarkan satu upaya perubahan sosial yang dapat digerakkan oleh semua kalangan, terutama di kalangan generasi milenial yang menyukai siat independensi dari sebuah program. 

Gerakan Relawan Rumah Dhuafa Indonesia atau disingkat GARDA Indonesia, adalah satu komunitas positif yang bertujuan untuk mengajak partisipasi ummat untuk menjadi donatur tetap dalam misi membangun rumah layak huni kepada kaum dhuafa di Aceh. Untuk merealisasi misi ini, GARDA Indonesia mencetuskan program #gerakan10ribu yaitu donasi rutin 10.000 rupiah perbulan bagi setiap orang yang bergabung menjadi donatur. 

Rp. 10.000 perbulan adalah sebuah nilai yang kami anggap akan mampu dipenuhi oleh hampir setiap orang di muka bumi ini, tak terkeculai di Aceh, tinggal lagi bagi kita dibutuhkan para penggerak sosial yang akan menjelaskan program GARDA Indonesia ini kepada khalayak ramai. 

Mengikuti pengalaman selama berjalannya program ini yang hampir setahun (mulai 7 Juli 2020), nyaris hampir 0 % orang menolak ikut bergabung ketika ditawarkan menjadi donatur tetap dalam #gerakan10ribu, kecuali bagi mereka yang membatasi diri untuk kita jelaskan program atau memiliki program sosial sendiri yang sedang digeluti. 

Karena peluang akan ditolak program sosial ini nyaris nol persen, maka alangkah baiknya jika lebih ramai orang yang akan menyampaikan gagasan ini kepada yang lain. 

Ditilik dari perkembangan jumlah donatur yang telah ikut serta dalam misi sosial ini, jumlahnya telah mencapai 3.100 + donatur, angka ini sangat besar dan pertumbuhan paling besar di tahun 2021, yaitu lebih 2.100 orang bergabung dalam kurun waktu 6 bulan ini. Pertumbuhan ini tidak terlepas dari peran aktif para penggerak #gerakan10ribu yang hingga hari ini mencapai 115 orang penggerak, namun dari jumlah tersebut, penggerak dari kalangan milenial masih sangat terbatas. 

Peluang ini sangat cocok jika diambil oleh kalangan milenial apalagi para mahasiswa yang membutuhkan organisasi sosial yang dapat membantu meningkatkan karirnya sebagai mahasiswa yang merupakan agent of change serta agent of control. Kedua hal tersebut akan didapatinya dengan mudah di gerakan sosial ini. 

Mereka "kaum milenial" khususnya para mahasiswa akan dengan mudahnya mendapatkan relasi dan koneksi multi disiplin ilmu serta pengenalan langsung dengan dunia "kemasyarakatan" sebagaimana biasanya mereka dapatkan di program Kuliah Kerja Nyata atau program magang menjelang semester akhir, akan tetapi jika bergabung dalam program sosial ini, ia akan langsung mendapatkan pengalaman "pengabdian masyarakat" nya yg merupakan salah satu tri dharma perguruan tinggi disaat ia mulai bergabung, meskipun baru semester awal duduk dibangku kuliah. 

Namun hal itu tidak langsung serta merta bisa menjadi penggerak perubahan di masyarakat, tentu step by stepnya harus dilakoni. Sembari mengikuti proses perkuliahan dengan benar, ia juga bisa memanfaatkan waktu luang dengan terlibat langsung sebagai relawan di GARDA Indonesia baik sebagai agent yang menyampaikan misi sosial ini kepada yang lain maupun terlibat langsung di program konstruksi pembangunan rumah. 

Ada sejumlah kegiatan pengembangan kapasitas yang dapat diikuti di GARDA Indonesia, diantaranya adalah mengikuti program peningkatan kapasitas sebagai agent perubahan dengan materi yang akan diasuh oleh pegiat-pegiat sosial, juga dapat mengikuti rapat rutin penggerak GARDA Indonesia yang waktu dan tempat selalu di share di grup-grup WA. 

Sebagai generasi milenial yang melek akan teknologi, tentu lebih banyak inovasi dan kreatifitas yang dapat dikembangkan di program sosial ini. Kami memberikan ruang ekspresi seluas-luasnya kepada mereka yang mau. Bahkan kita siap menjadi mentor bagi siapa saja yang berminat mengasah kemampuan soft skillnya dalam bidang design grafis, foto editing, videografis, serta program menulis.(Oleh: Aduwina Pakeh, M.Sc/ Dosen UTU).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00