KONI Siapkan Pembinaan Atlet di Papua

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menyatakan pembinaan atlet di kawasan timur Indonesia akan dipusatkan di Provinsi Papua.

Ini dilakukan mengingat Papua memiliki potensi atlet yang berkualitas serta  arena pertandingan berstandar internasional.

"Nanti Provinsi Papua dapat menggelar pemusatan latihan nasional atau pelatnas," kata Ketua Umum KONI Pusat, Letnan Jendral TNI (Purn) Marciano Norman, di Media Center Kominfo PON Papua Klaster Mimika, Hotel Gramd Mozza, Timika, Kamis (7/10/2021)).

Marciano menuturkan, sejumlah fasilitas olahraga berstandar internasional telah tersedia di Papua, seperti Stadion Atletik dan renang.

Selain itu, Marciano menegaskan pihaknya akan menyiapkan pelatih berstandar internasional agar bisa menghasilkan atlet kelas dunia, "Dengan pelatih berkualitas maka pembinaan juga bisa  bagus sehingga prestasi bisa dicapai," tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan sejumlah fasilitas olahraga berstandar internasional untuk mendukung kegiatan PON Papua 2021, termasuk infrastruktur pendukungnya.

Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan empat arena olahraga PON Papua, untuk kemudian dilakukan serah terima kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua.

Keempat arena olahraga tersebut yakni Arena Aquatic, Istora Papua Bangkit, Venue Cricket, dan Lapangan Hockey (indoor dan outdoor).

Total biaya senilai Rp936,8 miliar telah dianggarkan dalam konstruksi keempat arena olahraga yang terletak di Kabupaten Jayapura. Pengerjaannya sendiri dilakukan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian PUPR.

Arena Aquatic dan Istora Papua Bangkit  berada di kawasan Olahraga Kampung Harapan seluas 32 Ha.

Dalam kompleks ini juga telah dibangun Stadion Utama Lukas Enembe yang dilengkapi papan skor dari Itali, peralatan sistem waktu dari Swiss, dan lampu LED standar FIFA dari Jerman dengan kekuatan 1.800 Lux.

Juga terdapat fasilitas lain meliputi lapangan latihan/pemanasan, zona aman stadion, dan area parkir.

Untuk arena sepatu roda berlokasi di daerah Bumi Perkemahan Waena, Kota Jayapura dengan luas lahan 26.520 m2 dan luas bangunan 6.067 m2. Venue ini dilengkapi dengan beberapa sarana dan prasarana pendukung venue seperti tribun berkapasitas 650 orang, sistem penerangan untuk lintasan 1.501 lux dan penerangan safe zone 449 lux, sistem tata suara, dan scoring board.

Kemudian arena panahan dibangun di kawasan kompleks olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Venue ini memanfaatkan lahan seluas 40.863 m2 dan luas bangunan 1.217 m2 dengan landsekap pegunungan Cycloop yang menjadi daya tariknya.

Di kawasan arena panahan PON juga dilengkapi lapangan bertanding seluas 10.100 m2 dan lapangan latihan seluas 8.207 m2. Dimana pada lapangan tanding dilengkapi sistem pembuangan air di bawah lapangan, penerangan, dan tata suara.

Sumber : https://infopublik.id

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00