Sebanyak 411 orang Warga binaan di Lapas Kelas IIB Meulaboh Mendapatkan Remisi Kemerdekaan

KBRN, Meulaboh : Usai pelaksanaan upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77, Bupati Aceh Barat H. Ramli MS menghadiri acara penyerahan remisi umum bagi warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas IIB Meulaboh yang berada di Desa Paya Peunaga, Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat  pada Rabu (17/08/ 2022). 

Dari total 554 orang warga binaan di Lapas Kelas IIB Meulaboh, sebanyak 411 orang dinyatakan berhak menerima remisi umum dari Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada HUT RI ke-77 tahun 2022, karena telah memenuhi syarat subtantif dan administratif.

Kepala Lapas Kelas IIB Meulaboh, Drs. Said Syahrul, menyampaikan narapidana yang berhak menerima remisi umum pada HUT Kemerdekaan RI ke 77 tahun ini berjumlah 411 orang, dari total 554 orang warga binaan dalam Lapas Meulaboh. 

“Warga binaan yang menerima remisi umum ini sudah memenuhi syarat subtantif dan administratif, sedangkan selebihnya ada yang masih dalam status tahanan dan juga belum memenuhi syarat” tutur Syahrul. 

Ia menjelaskan remisi merupakan pengurangan masa pidana yang diberikan pada warga binaan yang telah memenuhi syarat perundang-undangan. Sedangkan Remisi umum, lanjutnya, adalah remisi yang diberikan setiap peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia yakni setiap tanggal 17 Agustus, seperti yang diberikan saat ini tutupnya. 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Aceh Barat di dampingi Kepala Lapas Kelas IIB Meulaboh bersama unsur Forkopimda serta sejumlah pejabat daerah lainnya juga meninjau langsung fasilitas dan aktifitas warga binaan pemasyarakatan yang ada dalam Lapas kelas IIB Meulaboh.

Sementara itu  Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aceh Barat, Ramli MS, menyampaikan warga binaan pemasyarakatan juga merupakan warga negara Indonesia yang harus dipenuhi segala hak-hak nya. 

Selain melatih ketrampilan, kata dia, warga binaan juga harus di berikan pemahaman agama yang mumpuni, agar ketika keluar nanti, mereka tidak mengulangi lagi perbuatan yang melanggar hukum dan di terima oleh masyarakat tuturnya. 

Ia juga berharap Lapas kelas IIB Meulaboh bisa menggandeng para akademisi dari Perguruan Tinggi untuk membuat sebuah kajian tentang faktor yang menyebabkan masyarakat melakukan perbuatan melawan hukum, sehingga hasil kajian itu nantinya bisa menjadi rekomendasi bagi Pemerintah dalam mengambil kebijakan yang tepat pintanya. 

“Kehidupan ini adalah menjalankan ketentuan Allah SWT, yang penting ada keinginan untuk berubah dan memperbaiki diri menjadi lebih baik” pungkas Ramli MS. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar