Satu Tersangka Kasus Korupsi Lab Bahasa Asing Aceh Barat Ditahan

Kajari Aceh Barat Firdaus SH,MH,M.IKom (tengah) memberikan keterangan per di Kejari Aceh Barat, Senin (16/8/2022) Foto RRI Anwar Yunus.jpg

KBRN Meulaboh: Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan gedung Laboratorium Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dengan taksiran kerugian negara senilai Rp258 juta lebih.

"Berdasarkan hasil audit BPKP ada terjadi penyimpangan dalam pekerjaan fisik proyek tersebut. Sehingga telah ditetapkan tiga orang tersangka dalam perkara ini," kata Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Barat, Firdaus, SH, MH, M.I Kom dalam konferensi pers di Kejari Aceh Barat, Senin (16/8/2022) sore.

Ketiga tersangka tersebut masing masing berinisial YD Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kemudian YS rekanan yang melakukan pekerjaan serta DS berperan sebagai peminjam perusahaan kontruksi pembangunan.

Proyek Lab Bahasa Asing tersebut menggunakan dana Otsus Aceh tahun 2020 dengan nilai kontrak Rp3,4 miliar lebih, proyek tersebut dikelola di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat.

"Satu orang tersangka sudah ditahan dan dititipkan di Lapas kelas II B Meulaboh. YD tidak ditahan dalam sel karena sakit, sementara YS menjadi tahanan kota, karena yang bersangkutan YS ini juga ada terlibat kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani Kejaksaan Aceh Besar," jelasnya.

Kajari Aceh Barat Firdaus, menyampaikan, bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain, jika hal tersebut terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri maka akan ditindak lanjuti dengan mencari calon tersangka lainnya yang terlibat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar