Panglima Laot Aceh, Ingatkan Nelayan Tak Lewati Perbatasan

KBRN Meulaboh: Pasca pemulangan empat orang nelayan Indonesia ke Tanah Air setelah ditahan oleh Aparat Maritim Thailand.

Lembaga panglima laot, Aceh Miftah Adek ingatkan nelayan agar berhati- hati  dan tidak  melakukan pelanggaran dalam melakukan penangkapan ikan.

“Para nelayan perlu mengetahui titit dan zona perbatasan laut  Indonesia agar tidak  terjadi  pengkapan, karena melakukan aktifitas pencairan ikan diluar laut Indonesia” ucapnya kepada  RRI via Telpon senin (08/08/2022) menangapi terkait pemulangan nelayan Aceh  di  Thailand.  

Sementara  itu Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Aceh, berhasil memfasilitasi kepulangan empat orang nelayan Indonesia ke Tanah Air setelah ditahan oleh Aparat Maritim Thailand.

Kepulangan keempat nelayan Aceh Timur tersebut dilakukan pada 3 Agustus 2022, pukul 13.35 WIB disambut langsung Komandan Pangkalan PSDKP, Lampulo di Bandara International Sultan Iskandar Muda Di Blang Bintang, Aceh Besar, Aceh.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin, menyampaikan, pemulangan empat nelayan asal Aceh Timur tersebut merupakan bentuk nyata KKP hadir untuk nelayan Indonesia.

“Sebagaimana amanat yang kami emban, selain menjaga laut Indonesia. Negara dituntut untuk hadir di tengah nelayan Indonesia, terutama saat mereka mengalami masalah seperti saat ini,” ujar Adin dalam keterangan resmi KKP, Minggu (7/8/2022).

Adin pun melanjutkan, Para nelayan tersebut ditangkap oleh Otoritas Perairan Thailand pada Jumat, 28 Januari 2022 dan dipulangkan dari Songkla Thailand ke Jakarta pada tanggal 29 Juli 2022. Kemudian dilakukan karantina sebelum diberangkatkan ke daerah asal, yakni Aceh Besar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar