Menelusuri Jalan Ring Road Bersama Bupati Aceh Barat

KBRN Meulaboh: Dengan mengendarai trail Bupati Aceh Barat H Ramli, MS memimpin rombongan meninjau lokasi pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-108 tahun 2020 di kawasan hutan  Gampong Lango, Kecamatan Pante Ceureumen tembus ke Gampong Antong, Kecamatan Panton Reu, Aceh Barat, Selasa 30 Juni 2020.

Dengan wajah terlihat sedikit letih Bupati Ramli, MS melambaikan tangan mengajak seorang reporter RRI Meulaboh duduk dibelakang motor Babinsa yang dikendarainya.

Medan jalan yang sedikit esktrem karena berlumpur dan baru saja dibuka dengan alat berat sehingga beberapa kali penumpang dibelakang motor harus turun menyeberangi genangan air (sungai kecil) di daerah hutan itu.

Sambil berjalan Ramli, MS bercerita bahwa pembangunan jalan terobos itu adalah janjinya kepada masyarakat yakni program ring road atau jalan tembus lingkar, jalan itu akan menjadi kenangan terakhir di penghujung masa kepemimpinannya periode 2017-2022.

"Jalan ini mahal dan akan menjadi kenangan.  Dulu sudah saya mulai pekerjaan dimasa periode pertama, sekarang baru tuntas. Kegiatan di jalan terobos TMMD ini adalah titik terkahir, warga sudah bisa tembus antar kecamatan lewat jalan ring road," kata bupati.

Walau pun sudah tersedia dan terbuka akses jalan tembus itu Ramli, MS sempat juga mengeriyut wajahnya ketika melihat kondisi struktur tanah, ia khawatir bencana alam seperti longsor sesekali waktu bisa saja terjadi di lintasan jalan tersebut.

"Sedikit rawan", katanya sambil mengarahkan kepalanya melihat struktur timbunan di sepanjang jalan, saya bertanya kenapa pak..?  Rawan di sini karena bisa longsor struktur tanah gunung dan ada aliran sungai di daerah hutan ini.

Ia juga melihat ada sisa - sisa pohon dan kayu yang sudah lama ditebang di pinggir jalan lintasan trail. Artinya selama ini sudah ada aktivitas masyarakat meskipun belum ada jalan yang bisa diterobos.

Saya bertanya, apakah program replanting bisa digalakkan di lokasi sepanjang lintasan itu, bupati menyatakan, tidak. Karena selama ini belum pernah ada perkebunan yang dikembangkan di area tersebut.

"Ini masyarakat sudah bisa menggarap daerah lahan tidur menjadi produktif ini 2 hektare per KK. Dengan demikian bisa dibantu oleh pemerintah ke depan pengembangan perkebunan yang cocok," jelas bupati sambil melihat ke samping kiri kanannya.

Sesekali ia menarik gas motor trail dengan penuh semangat ingin cepat sampai melihat di mana titik terakhir pembangunan jalan itu, tapi kami harus berpisah karena ada satu titik lokasi genangan air berlumpur, tidak bisa berboncengan.

Jalan Akan Diaspal dan Dibangun Jembatan

Selanjutnya Ramli, MS terus mengendarai motor treel sendiri dan dibelakangnya motor trail Babinsa yang dikendarai Dandim 0105/ Aceh Barat Letkol Kav Nurul Diyanto, kemudian ikut pula motor dikendarai Kajari Aceh Barat, Said Muh. Rukhsal M. Assegaf, SH, M. Hum dan Wakapolres Kompol Zainuddin.

Di tengah perjalanan Ramli, MS terpeleset dan tersungkur jatuh dari motor saat menuruni gunung, beruntung Kadis PUPR Aceh Barat Dr Kurdi, ajudan bupati dekat dan memapah kendaraan serta bupati yang sempat jatuh terhimpit motor trail.

Setelah kepala daerah bangkit, kami pun melanjutkan perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 20 menit ke depan sehingga sampai dititik akhir jalan yang belum tembus dilewati roda empat dan roda dua, kami berhenti istirahat.

"Jalan ini mahal, bila tuntas hasilnya, manfaatnya lebih dari itu. Ke depan kita sudah programkan untuk pengerasan dan aspal. Saat itu mungkin masyarakat saya di sini sudah sangat merasa nyaman walau tinggal di pedalaman," imbuhnya lagi.

Bupati, Dandim, Kajari, Camat Pante Cereumen dan Kadis PUPR sempat bercengkrama, dengan pakaian berlumpur dan keringat membasahi wajah dan seragam mereka kenakan di lokasi titik terakhir pemantauan pembangunan jalan.

Hanya tersisa sekitar 3,2 km ke depan harusnya sudah bisa tembus langsung ke Gampong Antong, tapi masih menanti tuntas pekerjaan yang akan dilanjutkan ke depan dengan anggaran sudah disiapkan oleh pemerintah.

Kadis PUPR Dr Kurdi, menyampaikan, apa yang disampaikan oleh kepala daerah itu sudah direncanakan pembangunan, mulai dari pengerasan, aspal, jembatan hingga jalan tembus Kecamatan Panton Reu, semua dikerjakan secara bertahap.

"Tahun ini sekitar Rp7 miliar sudah ingklut dengan kegiatan TMMD dan dilanjutkan pengerasan tahun depan setelah dibukanya jalan terobos. Sementara untuk pengaspalan jalan ditahun 2021 sepanjang 6 km, total dana diusulkan sebesar Rp12 miliar," terang Dr Kurdi.

Inilah sepenggal cerita kami melihat lokasi TMMD Reg ke 108 tahun 2020 Kodim 0105/ Aceh Barat, bersama semua pihak terkait dalam menyukseskan program pemerintah bersama TNI dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Negeri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00