Bila Tuntas Jalan Ring Road Aceh Barat

KBRN Meulaboh: Masih ingatkah anda sebuah slogan di Aceh Barat "Ta Bangun Gampong Ka Tentee Maju Kota".  Itu adalah sepengal kalimat, tapi syarat akan makna dipopulerkan oleh Bupati Aceh Barat H Ramli, MS masa periode pemerintahan 2007-2012.

Dari sanalah muncul inisiatif dari impian besar seorang Ramli, MS mengawali terobosan untuk membangunan dari desa hingga ke kota, apalagi  ia adalah seorang kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan berasal dari gampong.

Jalan lingkar tembus atau lebih dikenal jalan Ring Road merupakan salah satu terobosan yang digagas waktu itu untuk menghubungkan 9 dari 12 kecamatan Kabupaten Aceh Barat, dengan luas panjang jalan kurang lebih 153,85 kilometer.

Dengan tuntasnya jalan lingkar tembus itu pasti akan merubah kehidupan warga pedalaman, perekonomian masyarakat akan bangkit dengan terbukanya akses transportasi kesetiap pelosok desa dan terhubung langsung ke pusat pemerintahan.

Walaupun tersandung hasil politik 2012, Ramli, MS tidak bisa lagi mengendalikan anggaran karena beralih kepemimpinan periode 2012-2017, namun fungsi legislasi sebagai Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, tetap menyelamatkan program tersebut.

Tiba dimasa pemerintahan 2017-2022 dengan slogan "Membalas Jasa Rakyat", Ramli, MS menyingsingkan lengan baju, mengevaluasi program yang sempat tertunda untuk melanjutkan pembangunan jalan ring road yang sudah dimulai.

Bila ingin melihat jalan ring road tersebut, kita bisa mengawali langkah dari Gampong Meureubo, Kecamatan Meureubo, teruslah berjalan menuju Gampong Balee, Pucok Reudep, Gampong Muko, hingga melintasi Kecamatan Kaway XVI. 

Dengan kondisi jalan sudah bisa dilewati kendaraan, kita akan tembus memasuki wilayah Gampong Teladan, Kecamatan Pante Ceureumen, bersambung ke Gampong Lanco, Gampong Antong, Gampong Meutulang, Kecamatan Panton Reu.

Dari jalan ring road di sana kita akan terarah dan tembus ke Gampong Kajeung, Gampong Gleng, Kecamatan Sungai Mas, dan tembus memasuki Gampong Jawi hingga Gampong Teumarom, Kecamatan Woyla Timur.

Selanjutnya jalan itu akan menuntun kita ke Gampong Bakat, Kecamatan Woyla hingga keluar menuju Gampong Teupin Peuraho, Kecamatan Arongan Lambalek, dengan demikian kita sudah melintasi 9 kecamatan Aceh Barat secara tersambung.

Perjalanan mengitari wilayah Kabupaten Aceh Barat dengan panjang jalan 153,8 Km tersebut memang memakan waktu tidak sedikit, lebih dari 7 jam menggunakan kendaraan roda dua, reporter RRI Meulaboh, sudah membuktikan pada 13 Juni 2020.

Semua tentu bersepakat, dengan tersedianya jalur transportasi sebagai salah satu indikator mendukung percepatan semua sektor pembangunan, baik pembangunan infrastruktur, perekonomian dan sumber daya manusia.

Karenanya tekad Bupati Aceh Barat H Ramli, MS menuntaskan pekerjaan pembangunan jalan ring road itu agar lebih mudah dan lancar, untuk membuka keterisolasian warga di pedalaman guna memperlancar roda perekonomian warga.

Data dirilis Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Aceh Barat, bahwa realisasi pembangunan fisik ring road sepanjang 153,85 km dengan 15 lokasi ruas pekerjaan sudah hampir tuntas dikerjakan.

Sudah teraspal sepanjang 106,96 km dan yang masih dalam proses pengaspalan 46,89 km, termasuk masih ada 1 ruas jalan yang belum tembus sepanjang 9,07 km akan segera dituntaskan sebelum berakhir masa pemerintahan bupati Ramli, MS.

"Dikerjakan tahun ini dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0105/ Aceh Barat. Membuka akses jalan sekitar 10 km menghubungkan Pante Cereumen - Panton Reu," kata Kadis PUPR Aceh Barat Dr Kurdi, ST, MT.

Ditargetkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menghubungkan jalan ring road Aceh Barat ini sudah selesai fungsional pada 2022 mendatang, dengan demikian akses perekonomian masyakat sudah berputar dengan baik.

Pekerjaan jalan lingkar tembus ini kembali digenjot pada tahun anggaran 2019, meliputi ruas jalan Bakat-Jawi-Sipot sepanjang 2,3 km, kemudin Tanoh Mirah-Gleng-Gaseu-Sipot sepanjang 2,5 km.

Selajutnya ruas jalan Kuala Manyeu-Ujong Raja sepanjang 7,8 km dan jalan Gaseu-Sipot juga telah dibangun jembatan rangka baja. Pada tahun 2020 Pemkab Aceh Barat telah menganggarkan pagu anggaran sebesar Rp86,57 milyar.

Ditambah lagi dana APBK dan tahun 2021 telah diusulkan pagu anggaran sebesar Rp73,5 milyar untuk pembangunan jalan lingkar ring road, semua itu dikelola oleh Dinas PUPR Aceh Barat, menyukseskan program kepala daerah.

"Karena Bupati H Ramli. MS ingin pembangunan  dimulai dari desa, baru dilanjutkan ke kota, karena apabila desa sudah maju, sudah pasti kota pun akan ikut maju," demikian Kurdi.

Ring Road Membawa Kesejahteraan Masyarakat

Setelah jalan lingkar tembus selesai apa yang bisa dilakukan pemerintah?.

Kabupaten Aceh Barat dengan luas wilayah 2.928 km², penduduk hiterogen  didominasi oleh pekerjaan petani dan nelayan, sudah tergambar dalam peta Badan Pusat Statistik (BPS) kedua komunitas ini yang sangat butuh perhatian.

Jalan ring road sudah tersedia, tinggal pemerintah menggempur program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti pengembangan sektor perkebunan dan pertanian bagi warga pedalaman, sepertinya pilihan ini sangat tepat.

Di masa pemerintahan Ramli, MS-Banta Puteh Syam, juga tengah bergulir berbagai program pengembangan pertanian dan perkebunan dengan sasaran kelompok/ masyarakat yang notabennya bergerak disektor pertanian, perkebunan dan pala wija.

Masyarakat disepanjang jalan ring road nantinya sudah mudah membawa semua hasil produksi pertanian, apabila jarak perjalanan sudah terpangkas maka biaya kos akan turun dan keuntungan akan dirasakan petani sebagai produsen.

Masyarakat tidak perlu lagi bersusah payah membawa hasil pertanian ke pusat pasar, karena kendaraan seperti penampung lokal sudah bisa menjemput dan mengantarkan "dolar" untuk masyarakat di pelosok-pelosok.

Maka tidak akan ada lagi kesenjangan ekonomi antar warga gampong dengan masyarakat kota, ini lah bukti bahwa Ta Bangun Gampong Ka Tentee Maju Kota, bila gampong sudah maju, maka masyarakat kota juga akan semakin sejahtera.

Warga dari pedalaman akan datang ke pusat ibu kota kabupaten dan kecamatan untuk berbelanja membawa rupiah, pedagang di wilayah kota akan terdongkrak perekonomiannya apabila daya beli sudah semakin meningkat.

Wilayah Kota Meulaboh sebagai jalur perdagangan tidak akan lagi sepi, bila akses transportasi terhubung dengan baik dari pelosok hingga ke kota. Semoga rakyat di Aceh Barat ke depan bisa sejahtera, Aamiin!. (Foto Dok Diskominsa/IST).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00