Kepala DPKA, Buku Aceh Muliakan Rohingya Memperkaya Literasi

KBRN, Neulaboh : Gubernur Aceh yang diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Edi Yandra, menghadiri peluncuran Buku Aceh Muliakan Rohingya yang digagas lembaga kemanusiaan Yayasan Geutanyoe di Hotel Grand Nanggroe, Kota Banda Aceh.

Buku itu memuat kisah kemanusiaan warga dan relawan yang membantu pengungsi Rohingya saat terdampar di Aceh. Buku Aceh Muliakan Rohingya ditulis Adi Warsidi, Habil Razali, dan Iskandar. 

Peluncuran sekaligus bedah buku turut dirangkai penyerahan hadiah lomba tulis dan fotografi tentang pengungsi luar negeri.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Aceh, Edi Yandra, menuturkan buku ini akan memperkaya literasi dan menjadi sejarah bahwa masyarakat Aceh sangat peduli terhadap Pengungsi Rohingya. 

"Buku seperti ini sangat penting agar cerita itu tidak menjadi dongeng,” katanya, Kamis (30/6/2022).

Pemerintah Aceh berterima kasih kepada warga nelayan dan Panglima Laot di Aceh yang ikhlas menolong pengungsi Rohingya.

Edi Yandra menambahkan, buku ini merupakan buku yang sangat baik bagi sejarah Aceh dan buku ini dapat dijadikan bahan literasi, pemerintah Aceh sangat peduli terhadap pengembangan budaya literasi.

“Ini adalah kerja-kerja spektakuler, kerja-kerja kolektif. karena ini menjadi bagaian dalam merekam peradaban,” ujarnya.

Sementara itu, Coordinator Humanitarian Yayasan Geutanyoe, Nasruddin, mengatakan buku tersebut sebagai cara merawat kisah kemanusiaan warga dan relawan di Aceh yang menolong pengungsi Rohingya. “Buku ini menjadi suatu kehormatan dan sejarah,” katanya.

Aceh sudah lama menolong pengungsi dari luar negeri, tapi selama ini hanya menjadi cerita dari mulut ke mulut karena tidak terdokumentasi dengan baik. Karenanya, buku itu diharapkan menjadi pelajaran dan bahan edukasi.

“Merawat kebaikan warga Aceh dalam menolong pengungsi seharusnya bukan saja tugas pemerintah. Cerita-cerita ini menjadi pelajaran bagi Aceh ke depan,” ujar Nasruddin.

Adi Warsidi mengatakan penulisan buku merangkum kisah-kisah kemanusiaan yang terserak. Harapannya, buku itu menjadi bahan bacaan sekaligus pelajaran bagi penyelamatan pengungsi di masa mendatang. 

“Buku ini hanya menuliskan isu kemanusiaan, tidak membahas  isu politik, ekonomi dan lainnya yang berkaitan dengan pengungsi Rohingya,” tuturnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar