Begini Gambaran Jika Ekowisata Nipah di Samatiga Terwujud

Sebuah boad nelayan berkeliling di kawasan konservasi rencana pembangunan Ekowisata Nipah di Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat. (Foto Forbangsa) pg

KBRN, Meulaboh: Forum Masyarakat Pembangunan Samatiga (Forbangsa) telah memiliki gambaran bagaimana bentuk kawasan konservasi Ekowisata Nipah di Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat. 

Sekretaris Umum Forbangsa, Suandi, menyampaikan, saat ini master plan berupa Detail Engineering Design (DED) telah selesai dan dikeluarkan Pemerintah Daerah, tinggal bagaimana eksekusi pembangunan infrastruktur dan penataan wisata di dalamnya. 

"Jika mimpi ini berhasil kita wujudkan, maka Ekowisata Nipah ini dapat menjadi objek wisata andalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat dan PAD untuk daerah dari sektor pariwisata," katanya dalam sesi dialog bersama RRI Meulaboh, Selasa (25/1/2022).

Di dalam kawasan konservasi Ekowisata Nipah  ini, nantinya akan dibuat tempat persinggahan dan warung kuliner masakan khas daerah, pengunjung dilayani menggunakan jasa semacam perahu atau boad nelayan yang standar untuk membawa wisatawan berkeliling menikmati panorama alam dan pohon-pohon Nipah di perairan setempat. 

Pengembangan ekonomi kreatif masyarakat lokal dan penyediaan tempat-tempat memancing di area Ekowisata Nipah ini akan menjadi andalan untuk dijual sebagai salah satu wahana hiburan bagi wisatawan lokal maupun manca negara berkunjung ke Aceh Barat.

Kemudian Anggota DPR Aceh, Fuadri, S.S.Si,.M.Si menambahkan, di kawasan rencana pembangunan Ekowisata Nipah itu terdapat luas lahan pohon Nipah dan mangrove mencapai 400 hektar dan hanya 39 hektar diantara dikembangkan menjadi kawasan konservasi pariwisata. 

"Dari perencanaan yang telah kami lihat, itu butuh anggaran sekitar Rp14 miliar, Ekowisata Nipah ini bisa diwujudkan. Tidak mustahil diwujudkan karena Pemprov Aceh menyambut baik rencana ini," katanya dalam sesi yang sama. 

Anggota DPRA dari Dapil 10 ini menuturkan, panorama alam yang memiliki nilai jual cukup besar jika dikembangkan, tinggal penyediaan fasilitas pendukung seperti dikemukakan oleh Forbangsa, terutama penyediaan akses jalan. 

Kemudian, di lokasi objek wisata ini ke depan bisa dibuat ivent- ivent perlombaan seperti perahu dayung dan semacamnya sehingga Ekowisata Nipah ini benar-benar menarik perhatian wisatawan berkunjung. 

"Tetapi kita jangan lupa, bahwa konsep Ekowisata Nipah ini tetap mengadopsi wisata Islami. Melibatkan warga setempat sehingga sama sama memiliki tanggung jawab menjaga, mengawasi dan mengembangkannya," sebut Politisi PAN ini. 

Jika infrastruktur pendukung Ekowisata Nipah ini terwujud, maka masyarakat dapat tumbuh dengan hadir sebagai pelaku ekonomi kreatif dan kuliner, serta penginapan seperti home stay. 

Konsep Ekowisata Nipah ini sudah disampaikan dalam pertemuan Forbangsa bersama dengan Kepala Bappeda Aceh dan Dinas Pariwisata agar mendapat dukungan untuk penganggaran. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar