Pemerintah Aceh Diminta Agar Menjaga Nelayan Tradisional Dalam Kearifan Lokal

KBRN, Aceh Jaya: Pemerintah Aceh diminta untuk memperhatikan nelayan tradisional di wilayah Lhok Kuala Daya, Kecamatan Lamno, Kabupaten Aceh Jaya, yang kearifan lokal melaut agar tetap terjaga.

"Kami menaruh harapan besar agar kearifan ini terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” kata Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) Sulaiman Tripa ketika ditemui rri,co,id Sabtu (31/07/2021).

Doktor bidang kajian hukum adat laut itu menyambangi Lhok Kuala Daya beberapa waktu lalu bersama dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar Raniry Kamaruzzaman Bustamam Ahmad, dosen STKIP BBG Banda Aceh Mukhlisuddin Ilyas, Teuku Muttaqin Mansur dan Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Aceh Tgk Azwar Anas.

"Pemerintah harus mendukung Panglima Laot (lembaga adat nelayan Aceh) Lhok dalam menjaga, melindungi, membina dan melestarikannya. Apalagi peraturan perundang-undangan sudah jelas mengakui dan menghormati Panglima Laot dan wilayah kelolanya,” katanya lagi.

Ia berharap kepada Pemerintah Aceh dan Kabupaten Aceh Jaya untuk benar-benar dapat merealisasikan program pemberdayaan nelayan tradisional agar nelayan kecil di kawasan Lhok Keluang tersebut mendapatkan kesejahteraan ekonomi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00