dr. H Suhada Menghadapi Masa Pandemi Dengan Meningkat Seumangat Menolong 

dr.H Suhada.jpeg

KBRN, Meulaboh:  Dari sekian banyak dokter yang ada di Kabupaten Aceh Barat, bisa dikatakan jika dr. H Suhada lah yang paling dikenal dan dicari oleh masyarakat disaat pandemi Covid-19 yang belum reda ini.

dr. Suhada lahir di Meulaboh 12 Oktober 1978, saat ini bertugas sebagai dokter di tim vaksinator Puskesmas Suakribee Meulaboh Aceh Barat. Sudah ratusan warga yang akan divaksin, terlebih dahulu harus diwawancarai oleh dr Suhada untuk mengetahui riwayat penyakit yang diderita.

Jadi bukan asal vaksin, kondisi kesehatan seseorang harus diutamakan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. "Jika baik kesehatannya  bisa lanjut tapi jika ada gangguan penyakit yang diderita tentu kita pending juga," ungkap dr Suhada.

Berasal dari keluarga besar, bungsu dari dua belas saudara sejak kecil  Suhada telah ditempa pendidikan agama, ilmu pendidikan dan akhlak oleh kedua orang tuanya M. Bakri Kasim  dan hj. Fatimah Umar (keduanya sudah alm).

Menamatkan pendidikan terakhir di fakultas kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) tahun 2006, ia langsung mengasikan diri sebagai dokter PTT di Puskesmas Cot Seumereung, Kecamatan Samatiga tahun 2006-2008.

Di tahun itu pula dr Suhada lulus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan ditempatkan di Puskesmas yang sama pula.

Pengalaman berpindah tempat tugas bukan hal yang asing baginya, baik itu di kecamatan pelosok, rumah sakit, Dinas Kesehatan dan sampai saat ini menjadi dokter umum senior di Puskesmas Suakribee sejak tahun 2018.

Meski sibuk bertugas sebagai pelayan masyarakat, suhada juga aktif menyempatkan diri untuk organisasi Ikatan Alumni Kedokteran Unsyiah Aceh Barat dan Perhimpunan Dokter Umum Indonesia Cabang Aceh Barat, kedua organisasi tersebut diamanahkan kepadanya menjabat sebagai ketua.

Bak kata pepatah dibalik laki-laki yang hebat ada perempuan atau istri di sampingnya. Dan itu melekat pada istri tercinta Yarmaliza SKM, MSI, yang berprofesi sebagai dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Teuku Umar Meulaboh.

Dengan kehadiran tiga orang putri cantiknya, lengkaplah kebahagiaan pasangan ini dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang samara.

Meski terlihat low profil dr suhada pernah menorehkan prestasi sebagai dokter teladan Aceh Barat dan terbaik dua tingkat Provinsi Aceh tahun 2009, tentu suatu kebanggaan yang tidak ternilai dimana hasil kerja keras melayani masyarakat sebagai dokter diakui oleh daerah.

dr. Suhada juga bercerita tentang pengalamannya mendapat kepercayaan bertugas sebagai tenaga kesehatan haji Aceh kloter 05 mencakup Kabupaten Aceh Barat, Aceh Besar dan Aceh Tenggara tahun 2017. 

"Saya sangat terharu ketika dinyatakan lulus seleksi . Bahkan sempat menangis saat menyampaikan kabar gembira tersebut kepada ibu yang saat itu sedang sakit dirawat di  Rumah Sakit," imbuhnya.

Dimasa pandemi Covit 19  yang belum mereda ini, dr. Suhada berpesan agar masyarakat senantiasa menjaga diri dan keluarga untuk tetap mengikuti aturan pemerintah dengan menjalankan 5 M.

Mengikuti vaksinasi dan yang terpenting tetap berikhtiar serta berdoa tawaqal kepada yang maha kuasa.

Dimasa pandemi ini juga kita tidak boleh saling menyalahkan satu pihak, namun harus saling bekerjasama masyarakat, tokoh, stake holder lintas instansi agar pandemi Covit- 19 ini segera berlalu. 

Karena masalah ini adalah tanggung jawab kita bersama dan yang paling penting dalam melayani masyarakat kita tidak boleh pilih kasih, dalam hal agama, suku, gender intinya harus tulus," pesannya.

Oleh karena itu dr. Suhada memiliki motto hidup "bersungguh berbuat kebaikan dan berhusnudhzon kepada Allah SWT".

Jika kita sebagai hambanya telah melakukan hal tersebut insyaAllah semua pekerjaan berat terasa ringan.

dr. H. suhada pun menutup obrolan kami di sela break makan siang di arena vaksin massal bertempat di lapangan Teuku Umar meulaboh. (penulis Lola Alfira/AN) @ loula alfira Juli 2001.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00