Lumpuh Jatuh Dari Pohon Kelapa, Pudin Tak Bisa Berobat Terkendala Biaya

KBRN, Meulaboh: Sejak jatuh dari pohon kelapa 3 tahun lalu,  kondisi tubuh Pudin (36) warga Alue Kemuning, Kecamatan Woyla Barat, Aceh Barat mulai sakit dan dalam waktu 3 bulan terakhir kondisinya sangat memprihatinkan. Beban hidupnya dari hari ke hari semakin berat, ingin berobat, namun tak punya uang. 

Berat badannya terus menurun, ditubuhnya terdapat beberapa titik luka yang sudah berlubang. Sementara istri dan anak-anaknya berada di Padang, Sumatera Barat. Himpitan ekonomi yang merosot ditengah pandemi Covid-19 ini mengharuskan istrinya bekerja di Padang untuk menghidupi anak-anaknya. 

Pudin, saat ini dirawat di rumah orang tuanya. Orangtuanya juga memiliki keterbatasan biaya jika harus berobat ke rumah sakit, jangankan untuk kebutuhan pengobatan, untuk memenuhi kebutuhan hidup saja susah. Orangtuanya sangat berharap pak Pudin mendapatkan pengobatan yang layak. 

Agar pak Pudin dapat dibawa ke rumah sakit, kini keluarganya sangat mengharapkan bantuan warga, sehingga dia bisa sehat kembali untuk bekerja membiayai hidup keluarganya. Nurdin mengalami lumpuh total, kini seluruh tubuhnya tak mampu digerakkan 

Pria paruh baya yang mengalami kelumpuhan ini, sampai saat ini masih terbaring yang sehari-hari hanya bisa tertidur lemas, bahkan untuk BAB saja ditempat tidur. Banyak cita-cita yang ingin dia wujudkan,  namun kenyataannya lain, sehingga dia hanya pasrah dan ikhlas menerima cobaan dari Allah SWT.  

Pemerhati sosial Aceh Barat,  Aduwina Pakeh, M.Sc kepada media ini, Sabtu sore (10/7/21) menceritakan, ketika dia mendapatkan informasi dari relawan sosial di Arongan Lambalek. Ismayadi, SP yang mengabarkan ada seorang warga yang bernama Pudin yang mengalami sakit berat dan butuh pengobatan segera. 

Menurut Aduwina Pakeh, beban yang dipikul Pudin sangat berat, sebagai kepala rumah tangga, dia harus membiayai hidup istri dan anaknya. Namun, kini semua itu tak bisa dilakukannya dan dia hanya bertumpu pada orangtuanya, sementara istrinya harus berjuang sendiri untuk membiayai kehidupan anak-anaknya. 

"Sayang, beliau dulunya tinggal di Padang, namun akibat  kecelakaan (jatuh dari batang kelapa), beliau balik ke Aceh, dalam waktu 3 bulan terakhir mengalami kelumpuhan. Kondisi pandemi Covid-19 ini, orang sehat saja mengalami kesulitan ekonomi, apalagi orang sakit seperti pak Pudin." Katanya 

Lewat media ini, kami mengajak para dermawan untuk dapat membantu biaya untuk mengobati Bang Pudin sehingga dapat kembali normal hidupnya seperti semula," ujar akademisi ini miris penuh harap.  

Ditengah kepasrahannya, Pudin menuturkan sangat ingin bisa sehat kembali agar bisa bekerja lagi untuk membiayai pendidikan dua anak-anaknya yang kini masih duduk dibangku sekolah. 

Aduwina mengharapkan kepada siapapun yang ingin membantu meringankan beban hidup Bang Pudin untuk biaya pengobatan kesembuhannya, dapat menyalurkan donasi via Ismayadi, SP (+62 852-6065-1713) atau melalui Aduwina Pakeh (WA : +62 821-6672-5955), atau dapat mengunjungi langsung ke kediaman Bang Pudin di Gampong Alue Kemuning, Arongan Lambalek, Aceh Barat.  

Atau donasi dapat juga mengirim bantuan via  BANK ACEH  AN. ISMAYADI Rek : 06402240007940. Ismayadi merupakan salah satu relawan penggalangan bantuan untuk Bang Pudin. 

“Keluarga Nurdin belum ada rekening bank, jadi kami berinisiatif agar dapat memudahkan penyaluran dana bantuan untuk penderita,”kata Ismayadi. (Dimas Fuadi).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00