Mengintip "Suluk" di Aceh Amalan Sufi Setiap Bulan Ramadhan

Beberapa aturan dalam suluk yakni, tidak boleh mengkonsumsi segala jenis makanan yang berdarah, termasuk makanan siap saji dengan bahan baku protein dan hewani, semuanya serba makanan halal dan alami.

Kegiatan mereka selama suluk, tidak terlepas dari semua kegiatan ritual agama, seperti shalat lima waktu berjamaah dan dilanjutkan dengan shalat sunat dan ditutup dengan yang disebut Tawajjuh, yakni ibadah khusus berjamaah.

Tgk Jol Penitia/ Khadam Jamaah Suluk di Pasantren Babussalam Meulaboh, menyampaikan, setiap tahun menerima jamaah suluk dari berbagai kalangan dan usia, mereka menyediakan tempat khusus peristirahatan jamaah, namun secara terpisah.

Karena itu terhadap protokol kesehatan pencegahan covid-19 pasti dilaksanakan, sebab ada adab yang juga mengatur hal demikian, salah satunya tidak dibenarkan jamaah suluk duduk bercerita urusan duniawi, ibadah mereka pun lebih banyak menyendiri di kamar/ bilik, jamaah berkumpul hanya pada saat jam shalat jamaah.

Jamaah suluk menggenakan sorban yang tidak hanya menutupi kepalanya, tapi juga membalut wajah-wajah mereka, duduk bersila dengan posisi kebalikan dari duduk tahyat akhir shalat.

Ibadak Tawajjuh ini dilaksanakan secara berjamaah setiap selesai shalat lima waktu dipimpin oleh Mursyid atau guru pimpinan dayah, walau pun berjamaah tetapi posisi mereka tetap terasing sampai tidak mendengar suara apapun dari orang di dekatnya.

Selama ritual zikir dalam qalbu (hati) semua jamaah menggenakan surban menutup seluruh tubuh dan jamaah berzikir secara sir (dalam hati) tergantung tingkat zikir yang telah diberikan oleh guru.

Selain menjalan kegiatan rohani, jamaah suluk juga memiliki kegiatan jasmani setiap pagi selepas kegiatan ibadah, seluruh jamaah bergotong royong bersama (Foto Ist/ Rep Jhon Nehro)

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00