Pemerintah Uji Coba Jaringan Irigasi Lhok Guci

Bupati Aceh Barat H. Ramli. MS bersama wakil Plt Gubernur Aceh dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Djaya Sukarno melakukan uji coba fungsional jaringan teknis Irigasi Lhok Guci, Kecamatan Pante Ceureumen Aceh Barat, Sabtu (24/10/2020)

Dalam kesempatan tersebut turut diserahkan bantuan saprodi padi  dari Plt. Gubernur Aceh untuk petani di Aceh Barat yang menggarap lahan seluas 385 hektar. 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Asisten II Setda Aceh, T. Ahmad Dadek, SH, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Djaya Sukarno, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh serta Para Kepala SKPK dan Undangan lainnya.

Bupati Aceh Barat H. Ramli MS, mengatakan peresmian uji coba irigasi Lhok Guci dilakukan agar masyarakat bisa memanfaatkan potensi pertanian khususnya bagi mereka yang bertani di sekitar irigasi.

Bupati Ramli juga telah telah mengeluarkan Peraturan Bupati tentang lahan irigasi berkelanjutan. Perbup itu dinilai sangat bermanfaat untuk alih laju lahan.

"Nantinya lahan yang sudah berubah fungsi bisa kembali berfungsi menjadi sawah kembali," kata Ramli. Dengan demikian target Aceh Barat Surplus beras bisa tercapai.

Sementara itu Asisten II Setda Aceh Teuku Ahmad Dadek, SH mengatakan, pembangunan Irigasi Lhok Guci yang diikuti dengan pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi dilakukan untuk menunjang produktivitas sentra pertanian. 

"Kita sudah melakukan uji coba pintu air untuk difungsikan di lahan seluas 400 hektar. Hanya akan diuji coba terlebih dahulu, karena tentunya peresmian (Bendungan Lhok Guci) akan dihadiri presiden langsung,” imbuhnya. 

Pemungsian fungsional irigasi bendungan Lhok Guci dilakukan tanpa menunggu tuntasnya pembangunan bendungan yang masuk dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) itu. Artinya, sebagian masyarakat yang punya lahan di kawasan aliran irigasi telah bisa memanfaatkan keberadaan air yang mengalir ke sawah mereka.

Direncanakan pada tahun depan sekitar 1.000 hektar lahan lagi juga akan mendapatkan fasilitas air yang mengalir dari irigasi bendungan Lhok Guci. Sementara pada 2022 akan fungsional 1.400 hektar, di tahun 2023 akan fungsional 1.662 hektar, dan akan berfungsi sepenuhnya pada tahun 2024-2026.

Saat berfungsi sepenuhnya, jaringan irigasi di Lhok Guci akan mengairi area seluas 11.700 hektar. Seluas lebih dari 7.000 hektar saat ini masih berupa sawah sedangkan sisanya masih semak belukar dan hutan muda.

Sedangkan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera I, Djaya Sukarno, menuturkan pembangunan Daerah Irigasi Lhok Guci diawali dengan dibangunnya bendungan pada 2004-2008 dan dilanjutkan pembangunan salurannya pada tahun 2008-2015.

"Kemudian dilanjutkan menjadi salah satu PSN dikerjakan tahap I nya pada 2015-2017. Setelah itu masuk tahap II 2018-2020, namun pada 2020 ada Pandemi covid-19 dan terkena refocussing anggaran sehingga target penyelesaian mundur ke tahun 2022," kata Djaya.

Meskipun terkena refocussing anggaran akibat pandemi covid-19, pembangunan tahap II Daerah Irigasi (DI) Lhok Guci yang dilaksanakan oleh PT. Hutama Karya-Jaya Konstruksi, KSO dengan nilai kontrak Rp 255,55 miliar terus dilanjutkan dengan progres konstruksinya sebesar 63,08 persen. 

Djaya mengungkapkan, saluran irigasi Lhok Guci, Kabupaten Aceh Barat, akan difungsikan secara bertahap mulai musim tanam Oktober 2020-Maret 2021 untuk mengairi sawah seluas 400 hektare lahan.

"Kemudian tahun 2021 ditingkatkan lagi fungsionalnya menjadi 1.400 hektare sehingga nantinya petani di Kabupaten Aceh Barat bisa mendapatkan suplai air dengan baik dan ditargetkan menjadi 2.800 hektare pada tahun 2022. Hal ini juga untuk mendukung Gerakan Aceh Mandiri Pangan yang dicanangkan Pemerintah Aceh," kata Djaya.

Dari rencana fungsionalisasi Daerah Irigasi Lhok Guci secara bertahap, Djaya mengatakan bahwa ada empat desa yang akan mulai dialiri air dari saluran irigasi Lhok Guci, yakni Desa Babah Lueng, Alue Keumang, Babah Iseung, dan Manuang Kinco, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00