Secercah Harapan Warga Pedalaman Bebas Dari Isolir Dengan Pembukaan Ring Road Antong-Langoe

KBRN, Aceh Barat: Kabupaten Aceh Barat  adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh, Indonesia. Sebelum pemekaran, Aceh Barat mempunyai luas wilayah 10.097.04 Km² atau 1.010.466 Ha dan merupakan bagian wilayah pantai Barat dan Selatan Pulau Sumatera yang membentang dari barat ke Timur mulai dari kaki gunung Geurutee (perbatasan dengan Aceh Besar) sampai ke sisi Krueng Seumayam (perbatasan Aceh Selatan) dengan panjang garis pantai sejauh 250 km². Setelah dimekarkan luas wilayah menjadi 2.927,95 km² dan pada akhir tahun 2019 memiliki penduduk sebanyak 210.113 jiwa

Ada beberapa program yang dilanjutkan dimasa kepemimpinan Bupati H. Ramli Ms dimasa jabatannya hingga saat ini dengan slogan “Membalas Balas Jasa Rakyat”, dengan mempunyai visi misi yang terus dikembangkan diwilayah Aceh Barat, tentunya dengan program peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan membangun daerah yang terisolir merupakan penyambungan denyut nadi mata pencaharian warga dikecamatan yang ada dalam kabupaten Aceh Barat. Sebagaimana diketahui, Aceh Barat   merupakan  salah  satu kota administratif yang berada di lintas barat selatan Aceh. Sebagai pusat pemerintahan, Kota Meulaboh menjadi pusat segala kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Membutuhkan    aksesibilitas    dan   mobilitas tinggi maka perlu adanya penambahan akses masuk dan keluar dikota tersebut.

Program perubahan pun dibenahkan dengan menginstruksikan Kepala Dinas PUPR Aceh Barat Kurdi agar membuka jalan baru dengan menerobos perbukitan yang menghubungkan antara Gampong Antong, Kecamatan Panton Re dengan Gampong Lango, Kecamatan Pante Ceureumen. Dimana, jalur tersebut dinilai bisa meningkatkan gairah ekonomi serta akses baru bagi warga pedalaman tersebut, dengan harapan mampu membuka akses ekonomi bagi masyarakat, tentunya masyarakat yang menyuplai kiriman barang dari luar. Jalan yang bagus tentu akan membantu mempermudah dan mempercepat perjalanan masyarakat dalam mengakses segala keperluan.

Eksekusi Ring Road dengan luas panjang jalan kurang lebih 153,85 kilometer dilakukan oleh Dinas PUPR dengan Slogan “Peget Nibak But” dengan terobosan untuk menghubungkan 9 dari 12 kecamatan Kabupaten Aceh Barat. Hal ini tentunya sangat diapresiasi oleh pelaku ekonomi maupun wisatawan, jarak tempuh dan kondisi jalan yang bagus akan membantu dalam mengurai keterlambatan perjalanan. Jalan yang baik tentunya akan memberikan kenyamanan bagi para driver dalam mengemudikan roda empat maupun roda dua.

“pembangunan sepanjang 2,2 kilometer dari jalan itu akan dibantu personel TNI melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2020. Sebelumnya mereka juga telah membuka jalur di sana sepanjang 3,6 kilometer.Ada 10 kilometer lagi yang perlu dilakukan terobosan dan sudah berjalan beberapa hari ini. PUPR menangani sekitar 5,5 kilometer dengan pagu anggaran Rp 6,5 miliar, sementara Kodim 0105 lewat TMMD akan menangani 2,2 kilometer dengan pagu anggarannya Rp 1 miliar.”Jelas Kurdi Kadis PUPR Aceh Barat kepada RRI.

Bukan hanya Sektor pariwisata juga akan mengalami peningkatan dengan hadirnya jalan Ring Road. Wisatawan bisa menikmati pemandangan alam selama dalam perjalanan. Masyarakat tidak perlu takut motor atau mobilnya kotor ketika bepergian. Eskport Impor dari Meulaboh dalam 9 dalam 12 Kecamatan di Aceh Barat akan mudah, sehingga aktifitas masyarakat lancar. "Transportasi lancar akan memicu peningkatan pergerakan masyarakat maupun barang. Dengan demikian akan memicu peningkatan jumlah penduduk."ujar Rido salah seorang warga setempat.

Meningkatnya jumlah penduduk tentu akan merangsang naiknya permintaan barang dan jasa, dan nantinya akan merangsang perekonomian baik mikro maupun makro. Selanjutnya berkembang usaha di bidang pertanian, industri, perdagangan, jasa dan meningkatkan arus eskport impor ke pusat kota Meulaboh sendiri. Dampak benefit dari Pembangunan jalan Ring Road bukan hanya dinikmati oleh pelaku ekonomi semata, tetapi juga bagi wisatawan yang ingin melancong ke bumi Teuku Umar. Tentunya yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi serta mendongkrak percepatan infrastruktur lainnya pasca Gempa dan Tsunami 2004 silam.

Semakin jauh jarak yang ditempuh dalam mendistribusikan barang maka membuat harga semakin mahal. Dengan akses jalan cepat dan mudah ditempuh tentunya akan menekan harga kepada pembeli. Untuk mengurangi angka kecelakaan nantinya akan dipasang rambu-rambu lalu lintas di sepanjang jalan rawan kecelakaan, baik berupa pita kejut, marka jalan maupun lampu penerang. Penempatan pos-pos keamanan untuk mengurai angka kejahatan di jalan.

Percepatan pembangunan jalan Ring Road penghubung dari 9 dari 12 kecamatan Kabupaten Aceh Barat dengan impian warga Aceh Barat dapat terselesaikan ditahun 2022 mendatang. dengan 15 lokasi ruas pekerjaan sudah hampir tuntas dikerjakan. Sudah teraspal sepanjang 106,96 km dan yang masih dalam proses pengaspalan 46,89 km, termasuk masih ada 1 ruas jalan yang belum tembus sepanjang 9,07 km akan segera dituntaskan.

Pembangunan jalan lingkar (Ring Road) sesungguhnya merupakan sesuatu yang positif dan perlu dukungan semua pihak dalam mengatasi problematika menuju perubahan Aceh bermartabat dengan Slogan berkolaborasi "Membalas Jasa Rakyat" serta "Peu Get Nibak But".(Foto dok / PUPR Aceh Barat).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00