Pemkab Aceh Barat Melaksanakan Musrembang Kabupaten

Kegiatan Musrembang Kabupaten Aceh Barat

KBRN Meulaboh - Guna menyempurnakan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar kegiatan Musrenbang RKPD tahun 2022 yang diselenggarakan di Aula Kantor Bappeda Aceh Barat, Kamis, 25/03/2021.

Pada kegiatan itu juga hadir Bupati dan wakil bupati Aceh barat, Kepala Bappeda Aceh, Unsur Forkopimda, Ketua DPRK Aceh Barat dan para kepala SKPK, BUMN dan pihak swasta, adapun tema kegiatan musrembang yaitu optimalisasi peran semua pihak dalam rangka pemantapan syariat Islam dan pembangunan infrastruktur, serta menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi.

Bupati Aceh Barat H. Ramli MS dalam sambutannya mengatakan bahwa Musrenbang ini telah melalui berbagai proses dan tahapan, dimulai dari musdes, hingga Musrenbang tingkat kecamatan, proses ini juga  telah menghasilkan berbagai usulan perioritas yang kemudian di kolaborasi kan dengan program-program perioritas yang ada pada masing-masing SKPK ucap nya.

Kemudian Ramli MS menjelaskan bahwa Musrenbang penyusunan RKPD tahun ini juga, merupakan penjabaran tahun terakhir dari RPJMD pemerintah kabupaten Aceh Barat tahun 2017-2022, untuk itu ia berharap dukungan dari semua pihak untuk melaksanakan program pemerintah ini dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, sehingga semua program pemerintah yang telah di susun dalam RPJMD ini bisa terlaksana sesuai yang diharapkan.

Lebih lanjut Ramli MS mengatakan bahwa Musrenbang yang dilaksanakan itu merupakan agenda utama untuk menyempurnakan RKPD tahun 2022, yang didalamnya memuat pencapaian dan target serta indikator makro daerah, yaitu pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, peningkatan indeks pembangunan manusia, yang kesemua indikator tersebut sudah di ukur, dengan harapan pada tahun 2022 nanti dapat tercapai sesuai dengan perencanaan kita, imbuh nya.

Kemudian ia menjelaskan bahwa Aceh disebut sebagai daerah termiskin di Sumatra, namun penyebab kemiskinan itu di picu oleh konflik dan bencana tsunami serta mewabahnya penyakit covid 19, hal inilah menurut nya sebagai pemicu utama kemiskinan tersebut, sehingga rusaknya tatanan perekonomian masyarakat, sebab Aceh miskin bukan karena pejabatnya melakukan korupsi tegasnya,

"Kabupaten Aceh Barat pada tahun 2023 mendatang nanti akan berubah menjadi kawasan sentra industri, untuk itu berbagai upaya dilakukan agar harapan ini bisa tercapai", kata Ramli MS.

Disisi lain Pemkab Aceh Barat akan terus konsen untuk menjaga ketahanan nasional agar pembangunan disegala bidang bisa terlaksanakan. 

Saat ini kata Bupati, kabupaten Aceh Barat dalam pandemi namun bisa surplus padi hingga 180 ribu ton, ini semua berkat kerjasama para pemangku kepentingan dengan dilandaskan pada kerja keras dan kerja cerdas.

"Kita bekerja bukan semata mata untuk mencari penghargaan namun berlandaskan nilai ibadah" tegasnya.

Ia berharap agar tidak gagal perencanaan itu, semua kegiatan yang dilakukan harus mampu diselesaikan, dan ia telah menginstruksikan Sekda dan instansi terkait untuk menyelesaikan terlebih dahulu proyek pembangunan ring road dan kemudian sisa anggaran akan dilakukan perbaikan dan rehab kota kecamatan termasuk kota pusat Kota Meulaboh.

Selain itu, Ramli MS juga berharap kepada pemerintah Aceh melalui Bappeda Aceh agar membantu Aceh Barat untuk memenuhi kebutuhan dokter spesialis, menurutnya, Aceh barat telah siapkan anggaran untuk 17 orang dokter spesialis per tahunnya, namun yang menjadi kendala adalah saat para dokter mengikuti seleksi pegawai sering gagal, untuk itu ia berharap pemerintah Aceh agar bisa membuka ruang untuk kelulusan para dokter ini saat ikuti tahapan seleksi.

Menurut Ramli MS, mungkin di kab/kota yang ada di Aceh maupun Indonesia tidak ada yang menganggarkan dana untuk pengiriman dokter spesialis, namun untuk Aceh barat ada, jelasnya. Hal ini penting dilakukan kaerena Aceh Barat ingin masyarakatnya terlayani dan terpenuhi kebutuhan akan pentingnya kesehatan masyarakat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00