Atsiri Minyak Nilam Aceh Jaya Tembus Pasar Luar Negeri

KBRN Aceh Jaya: Produksi minyak atsiri dari tanaman nilam dari Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh dijual sampai ke luar negeri sehingga cukup menjanjikan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Khairuddin (47) salah seorang agen penampung minyak nilam Aceh Jaya mengatakan, selama ini dari hasil produksi olahan ketel miliknya bisa keluar 200 kg hingga 250 kg per minggu yang dijual ke agen penampung tingkat kabupaten.

"Produksi kami di sini rata-rata 200-an kilogram per minggu dan dikirim melalui agen tingkat kabupaten untuk selanjutnya di ekspor ke Medan hingga luar negeri," katanya kepada rri.co.id, Selasa (23/3/2021).

Ia menyampaikan, selama ini bahan baku nilam di dapatkan dari masyarakat setempat yang masih sangat tekun dalam menanam nilam, meski pun ketersediaan lahan sudah begitu sempit namun petani masih bergairah.

Apalagi menyangkut harga minyak nilam dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir masih fluktuatif, namun masih bertahan di kisaran harga Rp650. 000 kg sampai dengan Rp700. 000/kg, tergantung kualitas bahan baku.

"Harga minyak nilam ini memang ada penurunan Rp10 ribu atau bisa sampai Rp50 ribu per kilogramnya, tapi harganya masih bertahan Rp650 ribu per kilogram. Kalau tahun 2018 lalu itu sempat Rp800 ribu per kilogram," jelasnya lagi.

Selain untuk kebutuhan pasar luar daerah,  mereka juga menjual minyak atsiri untuk kebutuhan bahan baku lokal pembuatan parfum di Kota Banda Aceh, namun daya tampung pengusaha itu masih terbatas.

Sementara itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh Jaya menyebutkan bahwa produksi rata-rata minyak nilam masyarakat petani di Kabupaten Aceh Jaya 5-6 ton per hari.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00