Aceh Menjadi Pintu Favorit Penyelundupan Barang Ilegal

KBRN, Meulaboh : Pandemi Covid-19 yang megharuskan semua mematuhi prtokol kesehatan seperti menghindari kerumunan, menjaga jarak dan meminimalkan kegiatan lapangan sampai menghentikan kegiatan merupakan peluang emas bagi penyelundup memasuki wilayah potensial penyelundupan barang illegal.

Kasi Pendindakan dan Penyidikan Bea Cukai Meulaboh, Ade Novan, mengatakan, ditengan pandemi covid 19 saat ini, patroli laut tetap rutin dilaksanakan,  mengingat situasi ini sangat mungkin di manfaatkan oleh penyelundup.

“Selain itu ada tren karena peralihan penyelundupan dari wilayah timur Aceh ke wilayah barat, sehingga disepanjang pantai barat sudah dibentuk 3 titik Satpolairud, yaitu di Aceh Barat, Aceh Singkil dan Aceh Barat Daya.” Ujarnya, Jum’at (5/3).

Saat ini Direktorat Jendral Bea Cukai dan Patroli Laut sudah melakukan kerja sama untuk menertibkan lalu lintas di perairan untu penyelundupan barang ilegal ke Indonesia. Kerja sama tersebut dilakukan sebagai implementasi nyata dari slogan “sinergi membangun negeri”, yang merupakan program pemerintah.

“Setiap patroli, mereka membentuk 8 orang di setiap tim // Beacukai 4 orang, satpolairud Aceh Barat 2 orang dan Ditpolair Polda Aceh 2 orang. Masing-masing tim patroli sudah dibekali alat keselamatan dan keamana diri berupa senjata dan sebagainya.” terang Ade Novan.

Wilayah perairan Aceh menjadi wilayah yang dianggap paling menguntungkan untuk penyelundupan barang illegal karena memiliki wilayah pantai yang sangat luas.

“Sejauh ini, belum ada pemantau jarak jauh atau satelit yang digunakan, tetapi kita menggunakan sumber informasi lain seperti menjalin kerja sama Internasional berupa informasi intelejen terkait pemasukan barang yang diduga illegal.” Kata Ade Novan. [anggi/JUN]

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00