Sejak Tadi Malam Warga Bertahan Di Tenda Blokir Jalan PLTU

KBRN Nagan Raya: Puluhan ibu-ibu masih bertahan di bawah tenda yang didirikan memagar pintu gerbang memasuki jalan pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3-4 Nagan Raya, Provinsi Aceh.

"Kami tidak akan pindah kalau pihak perusahaan yang bersangkutan tidak menjumpai kami dan hanya janji-janji saja sudah sekian lama tak kunjung dibayar, " kata Muklis, Kepala Dusun Gelanggang Merak, Suak Puntong, kepada wartawan, Senin (30/11/2020) petang.

Warga yang didominasi kaum perempuan melakukan aksi pemblokiran jalan sejak Senin 30 November 2020 hingga malam, warga membuat aksi dengan mendirikan tenda di tengah jalan akses memasuki lokasi proyek PLTU 3-4 Nagan Raya.

Selain menuntut segera pembayaran ganti rugi tanah, warga juga meminta pihak perusahaan menepati janjinya yang telah disampaikan bahwa akan ada kompensasi sebesar Rp15 juta per bulan untuk dampak lingkungan kepada warga serta pembersihan lingkungan.

"Sebagian warga belum mendapatkan ganti rugi tanah. Kemudian pihak perusahaan berjanji membayarkan kompensasi atas dampak debu yang kami rasakan sudah 3 bulan tidak dibayarkan," tegasnya lagi.

Aksi pemblokiran telah berulang kali dilakukan oleh warga Dusun Gelanggang Merak, menuntut semua janji pihak perusahaan yang bekerja di wilayah desa mereka tidak ingkar janji.

Warga akan bertahan sampai pihak perusahaan memberikan penjelasan kepada warga terkait semua janji yang telah disampaikan kepada warga.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00