Pemangku Adat Laot Usul Penambahan Pos Pemantau

KBRN Meulaboh: Pemangku hukum adat laot Kabupaten Aceh Barat mengusulkan adanya penambahan pos pemantau aktivitas nelayan untuk menimalisir beredarnya penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan

Panglima Laot atau Ketua Pemangku Hukum Adat Laut, Kabupaten Aceh Barat, Amiruddin, mengatakan, sudah ada larangan penggunaan Alat Penangkapan Ikan (API) tidak ramah lingkungan karena dapat merusak ekosistem laut serta biota di dalamnya.

"Larangan sudah jelas, baik secara aturan nasional mau pun hukum adat di Aceh, hanya saja kita butuh pos pemantauan sehingga peredaran alat penangkapan ikan tidak ramah lingkungan dapat ditekan bersama," katanya kepada rri.co.id, Jum’at (20/11/2020).

Ia menjelaskan, bahwa saat ini memang sudah ada satu unit pos pemantauan yang dibangun pemerintah yang berada di wilayah Lhok Padang Seurahet, akan tetapi wilayah perairan Aceh Barat terdapat beberapa Lhok yang mesti di pantau juga.

Sebab kata dia, masih ada perkiraan sekitar 30 persen nelayan kecil yang diduga menggunakan sejenis API yang tidak ramah lingkungan, seperti trawl mini akan tetapi sulit diberantas karena sulitntya melakukan pemantauan.

"Ada masih sekitar 30 persen yang menggunakan alat demikian, tetapi tidak mudah didapatkan kecuali saat ada patroli atau aktivitas nelayan tersebut menangkap ikan dengan alat tidak ramah lingkungan dan dilihat oleh nelayan lain,” imbuhnya lagi.

Lebih lanjut disampaikan, sampai saat ini belum ditemukan adanya aktivitas penangkapan ikan dengan cara pengeboman atau meracuni ikan, hanya pelanggaran berupa penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan semacam trawl mini.

Kata Amiruddin, demikian halnya aktivitas armada penangkapan ikan dari luar, sering ditemukan adalah nelayan kabupaten tetangga, itu tidak begitu dipersoalkan selama tidak beraktivitas pada waktu-waktu pantang melaut atau larangan melaut.

"Selama armada dari daerah lain itu tidak menggunakan alat yang tidak ramah lingkungan dan bukan beraktivitas di hari Jum’at, itu tidak masalah. Nelayan kita juga sering masuk daerah lain mencari nafkah di laut," pungkasnya.

 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00