PUPR Aceh Barat: TDMRC Unsyiah Lakukan Penelitian Mandiri Terkait Pencegahan Banjir Rob Dipesisir Pantai Aceh Barat

KBRN Aceh Barat: Tim Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) lakukan audiensi dengan PUPR Aceh Barat dalam bentuk survey awal dan penelitian secara mandiri selama 10 hari kedepan terkait dampak abrasi pantai diwilayah pesisir Kabupaten Aceh Barat.

“Tim TDMRC Unsyiah akan melakukan survey awal dan penelitian dalam 10 hari kedepan yang dilakukan secara mandiri untuk mengetahui dampak banjir Rob yang terjadi diwilayah Kabupaten Aceh Barat. Dan nantinya mereka juga akan mensinergikan dengan program perencanaan pembangunan pengaman tanggul yang sedang dibangun oleh Kementerian PUPR ditiga wilayah desa terdampak banjir Rob”ujar Kadis PUPR Aceh Barat Dr. Kurdi, ST, MT kepada RRI Selasa (11/08/2020) melalui handpone selularnya.

Kata Kurdi, nantinya tim TDMRC Unsyiah yang hadir juga akan melakukan sinergi pembanguan drainase konekting yang sedang dibangun oleh Pihaknya dalam upaya pencegahan banjir Rob di Kabupaten Aceh Barat.

“Tim Teknis yang sampai dimeulaboh ada tiga orang dari tim TDMRC Unsyiah, yaitu Musa Al’ala, ST, MT, M. Nazaruddin dan M. Iqbal Gumara yang nantinya mereka juga akan mensinergikan pembangunan drainase konekting dijalan Dr.Sutomo dan Dipenogoro yang sedang kita bangun.”ujarnya.

Nantinya, dari hasil penelitian tersebut akan menghasilkan satu rekomendasi terkait morfologi pantai saat ini dan berbagai hal lain dalam kebutuhan baik itu pembangunan pengaman tanggul dan drainase konekting yang bersumber dari dari Kementrian PUPR dan PUPR Aceh Barat sendiri.

“nantinya akan ada laporan setelah mereka lakukan penelitian untuk kebutuhan pengaman tanggul dan drainase dalam menyempurnakan pembangunan dalam pencegahan banjir Rob di Aceh Barat”imbuhnya.

Sementara Itu Peneliti TDMRC Unsyiah, Musa Al’ala, ST, MT,mengatakan kajian ini berguna untuk mengetahui prediksi ke depan yang akan terjadi diwilayah pantai Aceh Barat terutama banjir rob dan bencana lainnya. Dan juga nantinya dirinya bersama tim juga akan mensinergikan program dari PUPR  yang telah berjalan selama ini baik itu pengaman tanggul dan drainase konekting.

“masalah baru yaitu perubahan iklim, khususnya kenaikan air laut. Ini dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat pesisir, seperti banjir Rob. untuk itu kita juga akan mensinergikan program Kementerian PUPR dan PUPR Aceh Barat sendiri”ujarnya.

Ia berharap, setelah adanya hasil penelitian ini, semoga bisa menjadi bahan acuan Pemkab Aceh Barat dan PUPR sendiri untuk melahirkan kebijakan serta mendesain program mengatasi permasalahan tersebut. Unsyiah juga siap bekerja sama melakukan transfer knowledge atau teknologi sesuai kebutuhan masyarakat.

“Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi terhadap upaya meningkatkan ketahanan masyarakat, khususnya dalam menghadapi banjir rob di Kota Tauhid Tasauf ini.”

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00