Setelah Selesai Pembangunan Abutmen, Pembangunan Jembatan Gasee Sipot Memasuki Tahapan Pelelangan Rangka Baja Dengan Pagu Rp 5 Miliar

KBRN, Aceh Barat: Setelah selesai untuk tahapan pembangunan abutmen dan dua pilar tengah. Saat ini proses pembangunan Jembatan Gasee Sipot memasuki tahap pelelangan rangka baja yang sedang dievaluasi dalam proses lelang dengan pagu Rp 5 Miliar. Seperti diketahui, Jembatan Gaseu-Sipot akan terkoneksi dengan Woyla Induk serta ibukota Sungai Mas, Tutut bahkan Panton Reu, bagi warga Gaseu yang hendak ke Tutut dan Panton Reu.

“Saat ini sudah proses pelelangan rangka baja dengan pagu 5 M yang sedang dievaluasi dalam proses lelang.”ujar Kurdi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat melalui handpone selularnya kepada RRI Selasa (04/08/2020).

Jembatan tersebut merupakan urat nadi bagi perekonomian warga pedalaman jembatan itu merupakan cikal bakal terwujudnya jalan lingkar atau ring road yang dapat mempermudah koneksi akses antar kecamatan pedalaman.  Namun Pandemi CoronaVirus Disease (Covid-19) menjadi pil pahit bagi warga pedalaman Kabupaten Aceh Barat. Pasalnya akibat dari wabah virus itu, sejumlah proyek prioritas di kabupaten itu terpaksa tertunda.

Namun kata Kurdi, Agar tereasilasinya tiga jembatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana mengusulkan kembali pada anggaran tahun 2021 mendatang. Saat ini untuk jembatan Gaseu-Sipot yang berada di Sungaimas membutuhkan anggaran sebesar Rp 18 miliar. Namun karena pandemi pada tahun ini hanya dilakukan pengadaan Rp 5 miliar dari taget yang harusnya jembatan tersebut dapat difungsikan tahun 2021.

"Untuk jembatan Geseu-Sipot kami hanya lakukan pengadaan tahun ini sebesar Rp5 miliar rupiah, sedangkan sisanya kami usulkan pada tahun anggaran 2021 dengan pengadaan dua bentang lagi, 2x 50 ditambah dengan pemasangan dengan pagu Rp 13 miliar," kata Kurdi.

Ia menjelaskan, dengan jadinya jembatan tersebut juga akan memudahkan warga dalam mengangkut hasil bumi maupun ke kebun dan ke sawah, sebab menurutnya bukan tidak ada warga Woyla memiliki kebun di Sungai Mas. "Begitu juga antara Sungai Mas dengan Panton Reu, Panton Reu dengan Pente Cereumen. Kecamatan-kecamatan ini saling terkoneksi dan memiliki hubungan kecamatan-kecamatan ini setiap warga memiliki kebun berada tidal hanya di Kecamatan yang mereka diami," sebutnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00