TMMD Menyisakan Harapan Warga Pedalaman Aceh Barat

KBRN Meulaboh: Gampong/ Desa Trans Lango, Kecamatan Pante Cereumen, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh adalah sebuah perkampungan yang terletak di kawasan pedalaman yang hingga tahun 2020 ini masih serba tertinggal.

Mulai dari terbatasnya akses jalan, jaringan telekomunikasi masih sulit bahkan warga sampai harus naik pohon untuk mencari signal di atas pegunungan, baru lah mereka bisa berkomunikasi menggunakan handphone dengan orang di luar sana.

Sejak dimulainya program transmigrasi tahun 1964 oleh pemerintah pusat ke Aceh, ada satu dusun melekat menjadi Trans dan Langoe, dikarenakan perkembangan politik keamanan di Aceh pada waktu itu, daerah transmigrasi lokal ini perlahan ditinggal penduduknya.

Sampai kini pun sulit ditemukan pondasi rumah transmigrasi, yang ada sekarang adalah rumah-rumah semi permanen yang dibangun oleh pemerintah pascakonflik bersenjata Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan Pemerintah Republik Indonesia tahun 2005.

Reporter rri.co.id melihat, suasana Dusun Trans Lokal Desa Lango, masih sepi padahal ada kegiatan seremonial dimulainya Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke - 108 tahun 2020, Kodim 0105/ Aceh Barat, Korem 012/ Teuku Umar, Kodam Iskandar Muda (IM).

Beberapa warga mengaku, sangat sulit tinggal di daerah setempat, meski pun saat ini listrik sudah mengaliri rumah - rumah warga, lembaga pendidikan hanya tersedia satu Sekolah Dasar (SD) Trans Lango, dengan jumlah murid sangat sedikit.

"Selama ada orang TNI ini lah kampung menjadi ramai, biasanya kami sibuk dengan kegiatan sehari-hari. Anak-anak ada yang di sekolahkan ke luar karena jauh, komunikasi Hp juga sulit," tutur Nurmala, salah satu warga kepada reporter RRI.

Sasaran pelaksanaan fisik mau pun kegiatan non fisik TMMD hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yang membedakan lokasi kegiatan yang mungkin secara geografis daerah tersebut sudah menjadi sasaran pembangunan untuk ke depan.

Alasan Kodim 0105/ Aceh Barat melaksanakan kegiatan di lokasi itu, pertama untuk membantu pemerintah membangun daerah dan terpenting untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui program terintegrasi secara nasional itu.

Kegiatan fisik yang dilakukan, diantaranya membuka jalan terobos menghubungkan desa Langoe (Kecamatan Pante Cereumen) -  Antong (Kecamatan Panton Reu, dengan panjang 2.200 meter (2,2 km) dan pembuatan parit kiri kanan 1 meter.

Kemudian pembangunan jembatan Box Culvert diameter 4 X 7 meter, sementara sasaran non fisiknya yaitu penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan bela Negara, penyuluhan pertanian/ holticultura dan penyuluhan perkebunan/peternakan.

Termasuk kegiatan sosial, kesehatan masyarakat dan yang tidak luput dilakukan dimasa Tatanan Kehidupan Baru (New Normal) pandemi Corona virus disease (Covid) - 19, warga juga mendapat pengetahuan pencegahan Covid-19.

Selanjutnya : Pengantar

Halaman 1 dari 4

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00