Empat Pasien Positif Corona di Aceh Barat Akhirnya Diisolasi

KBRN Meulaboh: Empat warga yang terkonfirmasi positif terinfeksi Corona virus disease (Covid) -19 di Kabupaten Aceh Barat, akhirnya bersedia dievakuasi oleh tim gugus tugas untuk menjalani isolasi secara protokol kesehatan yang benar.

Koordintor Tim Gugur Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Aceh Barat, Mirsal, kepada rri.co.id, mengatakan, keempat pasien yang berstatus satu keluarga tersebut merupakan warga Desa Gunong Kleng, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat.

"Mereka ini warga asli Aceh Barat, tetapi selama ini tinggal di wilayah pulau Jawa, di Tanjong Priok, sudah 12 tahun tidak pulang. Pada lebaran Idul Adha 2020 ini mereka pulang satu keluarga dengan mobil," katanya Sabtu (1/8/2020).

Kedatangan satu keluarga tersebut dikonfirmasi pada Minggu 26 Juli 2020, kemudian tim gugus tugas desa melaporkan kepada tim kabupaten untuk dilakukan rapid test, hasilnya reaktif dan selanjutnya dilakukan swab dan keluar dengan hasil positif covid.

Kemudian tim gugus tugas melakukan penjemputan satu keluarga tersebut Jum'at 31 Juli 2020 malam, namun terjadi penolakan entah karena persoalan apa, namun tetap saja protokol kesehatan penanganan dan pencegahan covid dilakukan, sehingga satu keluarga itu bersedia dievakuasi.

"Sejak tadi malam mereka sudah berada di Rumah Sakit Beureugang. Selama 14 hari mereka akan diisolasi di rumah sakit semua sudah dipersiapkan. Hari ini ada tracking kembali, kemarin sudah 25 orang dilakukan," imbuhnya.

Menindak lanjuti penangan kasus tersebut, tim gugus tugas melakukan tracking, tes swab dan penyemprotan disinfaktan di lingkungan tempat keluarga pasien itu tinggal selama ini, termasuk tetangga dan orang yang kontak langsung dengan keluarga tersebut.

Mirsal yang juga AsistenI I Pemkab Aceh Barat ini menyampaikan, selama ini kasus positif Covid-19 di Aceh Barat yang ditemukan semuanya klaster atau dibawa dari luar, Kabupaten Aceh Barat menerima imbas dari longgarnya pengawasan di daerah lain.

"Sudah dua kasus daerah kita temukan semua di bawa dari luar Aceh, artinya pengawasan dari luar sana masih lemah sehingga kita di sini yang menerima imbas. Tim gugus tugas desa, kecamatan sudah bagus dan aktif terus melaporkan jika ada pendatang," pungkasnya.

Keempatpasien tersebut yakni MD (41), ER (41) BA (16), MF (12), empat warga tersebut beridentitas alamat Matang Blok M GG/II/2, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00