DPR Aceh Temukan Puluhan TKA Masih Bekerja Tanpa Izin

KBRN Meulaboh: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menemukan 80 Tenaga Kerja Asing (TKA) bekerja di proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3-4 Nagan Raya, meski pun tanpa memiliki izin bekerja dari pemerintah.

"Temuan kami ada 80 TKA di PLTU 3-4 Nagan Raya. Pemerintah Aceh melalui Dinas Tenaga Kerja juga sudah mengingatkan, tetapi sepertinya belum ada tindak lanjut," kata Fuadri, salah satu tim pansus DPRA kepada RRI, Kamis (9/7/2020).

Sejumlah anggota DPRA dari Daerah Pemilihan (Dapil) 10 barat selatan Aceh dalam beberapa hari ini melakukan Pansus meninjau sejumlah proyek dan temuan pemerintah serta melakukan peninjauan laporan keluhan warga di daerah pemilihan.

Kalangan legislatif di Aceh menilai bahwa ada pihak yang sengaja menyembunyikan keberadaan pekerja TKA asing di Aceh, padahal sudah diketahui secara legalitas administrasi tidak dimiliki oleh para pekerja diduga berasal dari Cina itu.

Fuadri, menyampaikan, bahwa pansus dilakukan pihaknya menindak lanjuti temuan Dinas Tenaga Kerja Aceh terkait keberadaan TKA yang tidak memiliki izin kerja pada proyek PLTU 3-4 dengan jumlah yang diketahui mencapai 80 orang.

"Awalnya temuan Disnaker Aceh ada 29 TKA tidak memiliki izin kerja, kemudian kita datangi pansus ternyata dari 12 perusahaan, hanya 6 perusahaan yang melaporkan ada tenaga kerja asing, itu pun sudah bertambah menjadi 80," tegasnya.

Fuadi, menilai seperti ada yang ditutup-tutupi dari keberadaan TKA tersebut di lokasi PLTU 3-4 Nagan Raya, kondisi ini menurut dia menampakkan kepada rakyat pemerintah lemah terhadap pengawasan masuknya asing ke wilayah Aceh.

Lebih lanjut disampaikan, masih ada dalih kehadiran TKA tersebut ke Aceh dengan visa kunjungan sehingga masuk dan bekerja, padahal secara prosedur itu adalah pelanggaran Undang-Undang Keimigrasian yang mesti ditindak.

"Kalau hari ini meraka tidak memenuhi syarat administratif, tolong ditertibkan, jangan menutupi dan melindungi pekerja asing. Jangan nampakkan keberdaan pemerintah kita lemah di mata asing," demikian Fuadri.

Tim Pansus DPRA Dapil 10 terdiri dari Fuadri, Zainal Abidin, Teuku Raja Keumangan, Herman Abdullah, Edi Kamal dan Tarmizi sebagai Ketua Tim Pansus.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00