Kepala PDAM Tirta Meulaboh : Kemacetan Air Dikarenakan Travo PLN Yang Meledak, Mulai Besok Dilakukan Penyuplaian Kembali

KBRN, Meulaboh: Sejumlah pelanggan mengeluhkan macetnya suplai air PDAM Tirta Meulaboh mata ke rumah mereka. “untuk wilayah kecamatan Kaway XVI dan desa Blang Beurandang sudah dua hari ini air tidak mengalir di rumah kami, padahal air sangat kami butuhkan untuk keperluan sehari-hari,” kata Zul pelanggan PDAM Tirta Meulaboh kepada RRI Juma’at (26/06/2020).

Ia menambahkan untuk saat ini pihaknya harus mengangkut air untuk keperluan sehari-hari baik untuk masak mandi dan untuk keperluan lainnya. “Kita berharap pihak terkait dapat menjelaskan kepada masyarakat kenapa bisa mati, sehingga masyarakat tidak timbul tanda tanya,” katanya.

Terkait keluhan yang disampaikan para pelanggan Kepala PDAM Tirta Meulaboh Mukhtar kepada RRI membenarkan jika saat ini penyaluran air di sebagian wilayah Kecamatan Kaway XVI dan desa Blang Beurandang sedang mengalami gangguan beberapa hari terakhir akibatnya meledaknya travo PLN dilokasi tersebut.

“Iya benar, beberapa hari terakhir mengalami gangguan karena meledaknya travo PLN di Beuregang. Namun hingga hari ini travo tersebut sudah diperbaiki oleh pihak PLN dan besok kita operasikan kembali penyuplaian kepada para pelanggan kita,” katanya

ia juga meminta maaf atas ketidaknyamanan dalam pendistribusian air bersih untuk para pelanggan PDAM Tirta Meulaboh diwilayah kerjanya. "Kami memohon maaf atas kejadian ini, insyallah kita akan terus memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggan," imbuhnya.

Terkait dengan tagihan Mukhtar juga meminta kepada para pelanggan agar bisa membayar tepat waktu. Karena berdasarkan data dari PDAM Tirta Meulaboh, ada 2.000 pelanggan hingga saat ini yang belum melakukan pembayaran.

“ya kita juga sampaikan pesan kepada para pelanggan yang menunggak untuk bisa membayarnya agar tidak terjadinya pembengkakan tagihan terhadap pelanggan, ada 2.000 lebih pelanggan yang berlangganan PDAM Tirta Meulaboh saat ini belum melakukan pembayaran.”imbuhnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00