BPJamsostek Meulaboh dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Jalin Sinergi Perlindungan Pekerja Jasa Konstruksi

KBRN, Meulaboh : BPJamsostek mengadakan silaturahmi dan pertemuan tertutup dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Aceh Barat. Silaturahmi dan pertemuan digelar mengingat peran Dinas PUPR sebagai perwakilan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan tugas urusan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pertemuan digelar tertutup dan hanya dihadiri oleh beberapa orang mengingat Protokol Kesehatan yang berlaku di masa New Normal.

Pertemuan yang digelar di Kantor Dinas PUPR Kabupaten Aceh Barat (Kamis, 25/06/2020) ini berfokus pada pembahasan mengenai kepesertaan para pekerja jasa konstruksi dan pelaku usaha konstruksi dan juga menekankan besarnya manfaat perlindungan yang di dapat oleh peserta BPJamsostek.

Pertemuan dibuka oleh Kurdi selaku Kepala Dinas PUPR Kabupaten Aceh Barat. “Kita terus berupaya menghimbau para pelaku usaha konstruksi untuk mendaftarkan para pekerjanya pada kepesertaan BPJamsostek. Dalam Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMK2) para pelaku usaha jasa konstruksi harus terlebih dahulu mendaftarkan usahnya, dalam beberapa kasus, para pengusaha hanya mendaftarkan sebatas proses pengadaan tetapi ketika pelaksanaan proyek ada yang belum mendaftarkan pekerjanya.” Ujar Kurdi.

Pada kesempatan kali ini Dinas PUPR juga menanyakan beberapa hal terkait program jaminan sosial tenaga kerja dan manfaat apa yang nantinya bisa didapatkan oleh para pelaku usaha maupun para pekerja jasa konstruksi.

Mulyana selaku Kepala Kantor BPJamsostek Meulaboh yang juga didampingi Safarrullah selaku Kepala Bidang Kepesertaan menjelaskan secara rinci manfaat yang nantinya akan dan didapat dan alasan mengapa begitu pentingnya terlindungi program jaminan sosial tenaga kerja. “Tujuan kami untuk memberikan perlindungan bagi seluruh tenaga kerja di Indonesia. Pekerjaan Jasa Konstruksi seperti yang kita ketahui memiliki risiko yang tinggi terhadap kecelakaan kerja oleh sebab itu harapan kami pemilik proyek dapat lebih memahami pentingnya keselamatan para pekerjanya, selain memberikan rasa aman bagi pekerja juga merupakan bentuk penghargaan kita kepada para pekerja yang merupakan aset paling berharga sebuah perusahaan.”

Disamping itu Mulyana juga memaparkan manfaat program yang terdiri dari Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) yang nantinya akan dirasakan mulai dari biaya pengobatan kecelakaan kerja hingga sembuh, santunan tidak mampu bekerja, santunan kematian untuk keluarga sebesar 42 juta rupiah apabila pekerja meninggal dunia yang bukan diakibatkan pekerjaan hingga beasiswa 2 orang anak hingga ke perguruan tinggi.

Dengan manfaat yang lebih besar dibandingkan nominal yang harus dikeluarkan oleh para pelaku usaha jasa konstruksi membuat perwakilan yang hadir mengapresiasi program BPJamsostek Meulaboh sehingga kedepannya pihak-pihak yang hadir berkomitmen mendukung langkah BPJamsostek Meulaboh untuk memberikan perlindungan bagi para pelaku jasa konstruksi baik pengusaha maupun pekerja.

“Kami berharap para pelaku dunia jasa konstruksi dapat merasakan manfaat yang kami berikan sehingga dapat memunculkan rasa aman dan nyaman dalam bekerja baik untuk pekerja maupun keluarga di rumah.” Tutup Mulyana

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00