Satu Desa di Aceh Jaya Masih Bermasalah, Penarikan Dana Tahap II Capai Rp 94 Miliar

KBRN, Aceh Jaya: Sebanyak 171 desa dari 172 desa yang ada di sembilan kecamatan di Aceh Jaya sudah menyelesaikan penarikan dana desa tahap II. Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Safrizal, Kasubbid Pembinaan Administrasi Keuangan Gampong BPKK Aceh Jaya kepada RRI Rabu (24/06/2020) via selularnya. Ia menjelaskan, ada satu desa yang belum menyelesaikan pencairan dana desa tahap II.

Karena kemungkinan ada konflik internal yang sedang terjadi di desa tersebut. “Kita juga tidak tahu pasti, kemungkinan karena desa itu ada konflik internal yang sedang terjadi, kalau untuk desa yang lain sudah selesai dilakukan pencairannya,” ungkapnya.

Penarikan dana desa tahap II 2020 berbeda dari tahun sebelumnya.Dimana pada tahap II yang biasanya dapat ditarik 40 persen kini diberlakukan menjadi tiga tahapan, yaitu tahap I dan II sebesar 15 persen dan tahap ke II sebesar 10 persen. “Kalau kemarin tahap penarikan sekali tarik sebesar 40 persen, namun tahun ini penarikan dibagi menjadi III, dana desa tahap II penarikan ada tiga tahap,” ungkapnya.

Hal tersebut mulai berlaku semenjak penyebaran virus corona melanda Indonesia sejak beberapa bulan lalu.“Tahap pertama 171 desa berhasil menarik 40 persen sekaligus karena ditarik sebelum corona.

Sementara satu desa lagi tidak demikian, dia harus menarik tiga kali penarikan, untuk penarikannya juga berselang dua minggu sejak penarikan atau pencairan pertama, tambahnya. “Untuk tahap II, sudah penarikan yang ke dua, dan yang ketiga kita rencanakan paling cepat pada 24 juni atau hari ini,” tandasnya.

Safrizal menambahkan, hingga saat ini dana desa yang sudah ditarik oleh 172 desa di kabupaten Aceh Jaya mencapai Rp 94 miliar atau presentase sebesar 70 persen dana desa tahun 2020 sudah selesai dilakukan penarikan oleh pihak desa. “Untuk tahap II 10 persen lagi mulai dilakukan pencairan paling cepat tanggal 24 Juni hari ini, dari total dana desa (DD) 135 sudah selesaikan di cairkan Rp 94 Miliar,” ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00